MerahPutih.com - Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.
Serangan itu juga menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dan beberapa pejabat senior pemerintah dan militer Iran tewas.
Iran membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel, serta pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Kondisi Timur Tengah ini, dikhawatirkan membuat salah satu negara yakni Lebanon ikut terlibatkarena Kelompok Hizbullah menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan rakyatnya.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan,PBB mengkhawatirkan kegiatan militer di Lebanon di tengah perang antara Iran melawan AS-Israel.
Baca juga:
Tangker di Selat Hormuz Jadi Target Serangan Balasan Iran, Kapal AS dan Inggris Terbakar
Hizbullah telah melancarkan beberapa serangan ke wilayah Israel, yang kemudian ditanggapi Israel dengan menargetkan beragam lokasi militer kelompok tersebut di Lebanon.
"Di Lebanon, di mana kami memiliki kehadiran politik dan pasukan penjaga perdamaian, ketegangan juga meningkat. Kami sangat prihatin atas baku tembak di sepanjang Garis Biru. Situasi di lapangan berkembang dengan cepat, dan kami memantau perkembangan tersebut secara saksama,” kata Dujarric kepada para wartawan.
PBB juga mengetahui adanya penembakan yang ditujukan ke Israel yang diklaim oleh Hizbullah dan serangan Israel yang dilancarkan terhadap sejumlah daerah di Lebanon.
"Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL kami di sana tetap berada di posisinya meskipun dalam situasi yang penuh tantangan," tegas Dujarric.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit angkatan bersenjata Iran pada Senin mengatakan bahwa, setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, musuh-musuh Iran tidak akan lagi aman "bahkan di rumah mereka sendiri."
"Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri," kata IRGC seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.
Iran akan terus melawan Israel dengan segenap kekuatannya sampai kemenangan tercapai, tambah pernyataan tersebut. (*)

