Paus Baru Terpilih, Begini Cara Penentuan Namanya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 Mei 2025
Paus Baru Terpilih, Begini Cara Penentuan Namanya

Masuknya para kardinal ke dalam konklaf yang diadakan di Istana Quirinale, 1829-1830. (Foto: Francesca Fioretti 1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ASAP putih terlihat dari Kapel Sistina, Kamis (8/5) malam waktu Italia. Inilah tanda seorang paus baru terpilih lewat konklaf. Sebelum diungkap ke publik, paus baru yang terpilih akan memilih nama yang akan ia gunakan selama masa kepausannya.

Begitu seorang kandidat memperoleh lebih dari dua pertiga suara, ia akan diberi dua pertanyaan oleh kardinal berpangkat tertinggi dalam konklaf.

Pertama, “Apakah Anda menerima pemilihan kanonik Anda sebagai Paus Tertinggi?”

Kemudian, “Dengan nama apa Anda ingin dipanggil?”

Baca juga:

Paus Baru Terpilih, Asap Putih Mengepul dari Kapel Sistina, Vatikan

Pilihan nama seorang paus bisa memberi petunjuk tentang arah masa kepemimpinannya. Mendiang Paus Fransiskus memilih namanya untuk menghormati Fransiskus dari Assisi, santo Italia yang meninggalkan kekayaan keluarganya dan membela kaum miskin. Ia merupakan paus pertama yang memilih nama Fransiskus.

Paus Benediktus XVI, pendahulu Fransiskus, mengatakan ia memilih nama itu, yang berarti 'yang diberkati' dalam bahasa Latin, berdasarkan Benediktus XV yang menurutnya membantu membimbing gereja melewati Perang Dunia I.

Dalam catatan CNN, ada beberapa nama yang acap diadopsi, digunakan lebih daripada lima paus terpilih. Tiga teratas nama tersebut yakni John (21), Gregory (16), dan Benedict (15). Paus yang baru terpilih bebas menggunakan nama dari pendahulu ataupun nama yang benar-benar baru. (dwi)

Baca juga:

Hari Pertama Konklaf Belum Ada Paus Terpilih, Asap Hitam Keluar Dari Kapel Sistina

#Paus #Konklaf #Vatikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Nilai Pancasila
Indonesia bersama Vatikan akan terus mempromosikan perdamaian dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Nilai Pancasila
Dunia
Dokter Nyatakan Paus Leo tak Butuh Perawatan Lanjutan, Kanker Paru-Paru Bersifat Terlokalisasi
Hasil tes pada jaringan yang diangkat selama operasi Paus mengonfirmasi diagnosis awal dan menunjukkan bahwa kanker tersebut belum menyebar.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Dokter Nyatakan Paus Leo tak Butuh Perawatan Lanjutan, Kanker Paru-Paru Bersifat Terlokalisasi
Dunia
Tumor Paus Leo XIV Terangkat Total, Tim Dokter Izinkan Tur Apostolik Amerika Latin Bulan Depan
Tim dokter Vatikan mengonfirmasi tumor paru-paru Paus Leo XIV bersifat lokal dan terangkat total. Bapa Suci siap jalani tur Apostolik ke Amerika Selatan.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
Tumor Paus Leo XIV Terangkat Total, Tim Dokter Izinkan Tur Apostolik Amerika Latin Bulan Depan
Dunia
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Kondisi Paus Leo XIV dilaporkan membaik usai operasi tumor paru. Paus mulai berjalan, menjalani fisioterapi, dan masih dirawat di Roma.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Dunia
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru, Kardinal Pietro Parolin Pegang Kendali Kepemimpinan Vatikan
Paus Leo XIV jalani operasi kanker paru-paru di RS Gemelli Roma. Kardinal Pietro Parolin sementara pegang kendali administratif Kuria Vatikan!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru, Kardinal Pietro Parolin Pegang Kendali Kepemimpinan Vatikan
Dunia
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Vatikan rilis klarifikasi resmi hanya mengakui Ordo Malta dan Ordo Makam Suci Yerusalem. Ksatria Templar dan ordo klaim baru dipastikan tidak diakui!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Lifestyle
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Film dokumenter Aldeas menghadirkan kesaksian terakhir Paus Fransiskus. Diproduseri Martin Scorsese, tayang perdana di Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Dunia
Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump
Menurut pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu, ia hanya berpegang pada ajaran Injil dan akan terus "bersuara lantang untuk menentang perang."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump
Berita
AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran
Trump juga meminta Paus untuk berhenti "menjilat" kelompok kiri radikal dan fokus saja menjadi Paus yang hebat, bukan politikus.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran
Bagikan