Pasca Banjir dan Angin Kencang, BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana di Bogor

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 14 April 2025
Pasca Banjir dan Angin Kencang, BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana di Bogor

Banjir Akibat Luapan Kali Cikeas dan Cileungsi Bogor (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memperkuat upaya mitigasi bencana. Hal ini menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir dan angin kencang di beberapa wilayah Bogor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir yang melanda sejumlah area di Kecamatan Bojong Gede pada Sabtu (12/4) malam dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang diperparah dengan meluapnya Kali Pelayangan.

"Menurut data sementara, banjir merendam dua desa, yaitu Desa Rawa Panjang dan Desa Pabuaran, dan berdampak pada 213 kepala keluarga atau 670 jiwa," ujar Abdul Muhari, Senin (14/4).

Baca juga:

Pimpinan Jakarta dan Banten Bertemu, Bahas Masalah Banjir Hingga Sampah

BNPB mengonfirmasi bahwa pada Minggu (13/4), banjir dilaporkan telah surut dan warga bergotong-royong membersihkan rumah serta lingkungan sekitar. Namun, Abdul menambahkan bahwa tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi warga.

Selain banjir, tim juga diterjunkan untuk menangani dampak hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga di lima kecamatan lainnya, yaitu Cibinong, Caringin, Cigudeg, Ciomas, dan Tenjolaya.

"Kondisi saat ini sudah kondusif, dan beberapa rumah mulai diperbaiki. Sebanyak 55 kepala keluarga atau 154 jiwa terdampak, dan 42 unit rumah warga dilaporkan rusak," jelasnya.

Abdul memaparkan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor dan sekitarnya, dalam beberapa hari mendatang. Gangguan dinamika atmosfer dan peralihan musim (pancaroba) turut berkontribusi terhadap kondisi cuaca ini.

Baca juga:

Banjir Landa 17 Titik di Kota Tangerang, Ketinggian Sampai 120 Sentimeter

Oleh karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan sumber daya lainnya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari lembaga pemerintah dan tidak mudah terpengaruh berita yang belum terverifikasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

"Sederhananya, jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," pungkasnya.

#BNPB #Bencana Alam #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
BNPB meminta warga mewaspadai karhutla. BNPB meminta jangan membuka lahan dengan cara membakar.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
Dunia
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Dunia
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Tim penyelamat masih menemukan jenazah di antara timbunan puing dan lumpur.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
 Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Indonesia
BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Terpadu, Masyarakat Diminta Waspada
BNPB memastikan pemerintah terus menangani karhutla secara terpadu. Masyarakat diminta tidak membakar lahan, waspada titik api, dan menggunakan masker.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Terpadu, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Dunia
Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Sebagian besar bagian ujung gletser runtuh dan memicu peristiwa tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
   Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Indonesia
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto baru kunjungi NTT pada hari ke-11 pascagempa Flores agar penanganan darurat tidak terganggu seremonial pejabat pusat.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Bagikan