Partai Berkarya: Demokrasi yang Sehat Harus Ada Oposisi Sebagai Penyeimbang

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 01 Juli 2019
Partai Berkarya: Demokrasi yang Sehat Harus Ada Oposisi Sebagai Penyeimbang

Partai Berkarya saat mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 di KPU, Jakarta, Jumat (12/10). (MP/Asropih Opih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang buka suara menanggapi kabar akan bergabungnya sejumlah partai di Koalisi Indonesia Adil Makmur ke Koalisi Indonesia Kerja.

Pria yang karib disapa Badar ini menilai keberadaan kubu oposisi tetap diperlukan untuk menjadi penyeimbang pemerintahan.

"Demokrasi yang sehat memang harusnya ada oposisi sebagai penyeimbang," kata Badar dalam saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/7).

Meski demikian, Badar memahami, sulitnya menjadi oposisi di negara ini. Pasalnya, kata Badar, oposisi di Indonesia sering dianggap negatif. "Oposisi malah dikebiri dan dianggap negatif," ujar Badar.

Badar pun mengaku belum mengetahui apakah Berkarya akan menjadi bagian dari oposisi di lima tahun mendatang. Hal itu lantaran ingin fokus kepada internal partai terlebih dahulu.

Ketua DPP Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang (Screenshot youtube/berkaryatv)
Ketua DPP Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang (Screenshot youtube/berkaryatv)

Baca Juga: Wujudkan Demokrasi Sehat, Petinggi Gerindra Sebut Akan Tetap Jadi Oposisi

"Selaku partai baru kita belum berpikir ke sana, lebih fokus urus internal dulu," pungkasnya.

Diketahui, KPU resmi menetapkan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Penetapan tersebut diambil melalui rapat pleno terbuka di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Pleno ini digelar tiga hari pasca sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). MK memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan demikian, Jokowi akan menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Dari empat partai yang berseberangan dengan kubu petahana pada Pilpres 2019, hanya PKS yang telah menyatakan siap menjadi oposisi. Sementara dua partai lain yakni partai Demokrat dan PAN masih 'abu-abu', Gerinda pun demikian. (Pon)

Baca Juga: Jokowi-Ma'ruf Diminta Tingkatkan Pengembangan Teknologi

#Partai Berkarya
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
OSO Pimpin 9 Partai Nonparlemen, Bentuk Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat untuk Lawan Parliamentary Threshold
Sembilan partai yang telah bergabung adalah Partai Hanura, PBB, Partai Buruh, Perindo, PKN, Prima, PPP, Partai Berkarya, dan Partai Ummat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 September 2025
OSO Pimpin 9 Partai Nonparlemen, Bentuk Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat untuk Lawan Parliamentary Threshold
Indonesia
KPU RI Bersiap Diri Hadapi Gugatan Partai Berkarya di PN Jakpus
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan akan mempersiapkan diri menghadapi gugatan perdata yang dilayangkan oleh Partai Berkarya ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus).
Mula Akmal - Rabu, 05 April 2023
KPU RI Bersiap Diri Hadapi Gugatan Partai Berkarya di PN Jakpus
Indonesia
Puluhan Kader Partai Berkarya Gabung ke PSI
Salah satu alasan pindahnya kader Partai Berkarya ke PSI lantaran kegagalan menjadi peserta Pemilu 2024 imbas sengketa internal yang tak berujung.
Andika Pratama - Jumat, 03 Maret 2023
Puluhan Kader Partai Berkarya Gabung ke PSI
Bagikan