KI Joko Bodo tutup usia pada Selasa (22/11). Ia dikenal sebagai seorang paranormal nyentrik. Namun, ia kemudian memutuskan meninggalkan profesi tersebut dan hijrah sejak beberapa tahun lalu.
Nama asli Ki Joko Bodo ialah Agus Yulianto. Ia lahir pada 1964 di Singaraja, Bali. Ia sudah akrab dengan berbagai ilmu raga dan batin. Ia kemudian mulai mendalami ilmu tersebut sebagai profesi. Hingga kemudian, ia mengganti nama sebagai Ki Joko Bodo dan dikenal luas menangani berbagai problem seperti nasib, ekonomi, dan usaha.
BACA JUGA:
Sanggar Kesenian Bali Binaan Guruh Sukarno Putra Gelar 'Sesolahan Balin Tityang'
Keputusan Agus untuk menjadi Ki Joko Bodo disebabkan dorongan ekonomi. Ia kesulitan mencari pekerjaan hingga akhirnya memutuskan memperdalam ilmu paranormal dan menjadikannya sebagai profesi pada era 90-an. Ia semakin memperdalam ilmu tersebut dan ia mulai dikenal di kalangan pencari ilmu alternatif.
Ki Joko Bodo memiliki ilmu gendam putih yang diklaim membantu kliennya untuk sembuh hingga bisa berkomunikasi dengan makhluk halus. Nama Ki Joko Bodo mulai masuk ke dunia hiburan pada era milenium. Ia kerap hilir mudik di infotainment dan dikenal sebagai guru spiritual beberapa selebritas.
Penampilan Ki Joko Bodo dapat dibilang nyentrik kala itu dengan rambut gondrong berantakan serta kumis dan janggut. Itulah ciri khasnya. Selain itu, namanya semakin dikenal karena mulai merambah dunia akting. Ia sempat membintangi film horor Terowongan Casablanca pada 2007.
BACA JUGA:
Tak hanya itu, Ki Joko Bodo pernah juga mendirikan sebuah band yang disebut 3 Mantra pada 2007. Nama band yang mengusung aliran musik beat kekinian tersebut merupakan singkatan dari 'tiga manusia tradisional'. Tiga personelnya, yakni Ki Joko Bodo, Ki Joko Wasis, dan Ki Joko Yono.
Pada 2014, ia kembali jadi sorotan setelah memutuskan untuk meninggalkan dunia paranormal. Ki Joko Bodo juga menanggalkan nama bekennya dan kembali menggunakan nama aslinya. Ia memutuskan berhijrah. Ia pun tampil klimis. Kumisnya dicukur habis, janggot dipangkas rapi, dan rambut gondrongnya sudah tak ada dan lebih tertata. Ia mengaku lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Pada 2019, tempat praktiknya sebagai dukun dijadikan masjid untuk beribadah.
Pada akhir 2020, ia dikabarkan sempat mengalami sakit dan jatuh di kamar mandi. Akibat hal tersebut, ia terpaksa menggunakan tongkat untuk membantu berjalan. Hingga akhirnya anaknya, Ayda Prasasti, mengonfirmasi bahwa ayahnya meninggal dunia pada usia 57 tahun pada Selasa (22/11) pukul 09.57.(DGS)
BACA JUGA: