Papua Digoyang Gempa Magnitudo 6,6: Tak Berpotensi Tsunami, Masyarakat Diminta Waspada
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Dok/BMKG
Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa bumi bermagnitudo 6,6 yang mengguncang wilayah Sarmi, Papua, pada Kamis (16/1) pukul 14.14 WIT, tidak berpotensi tsunami namun tetap memerlukan kewaspadaan.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jayapura, Herlambang Hudha, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Baca juga:
"Gempa susulan yang mungkin terjadi dikarenakan gempa tersebut tergolong dangkal," kata Hudha dikutip Antara.
Menurut Herlambang, guncangan gempa dirasakan kuat di Sarmi dan sekitarnya, bahkan getarannya terasa hingga Wamena, serta Kota dan Kabupaten Jayapura.
BMKG mencatat kekuatan getaran mencapai skala V MMI di Sarmi. Skala ini menunjukkan banyak warga merasakan guncangan dan beberapa bangunan berpotensi mengalami kerusakan ringan.
Ia menjelaskan, berdasarkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo. Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Untuk itu kami berharap agar pemerintah daerah segera melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat dan menilai dampak terhadap infrastruktur," ujar Herlambang.
Baca juga:
Setelah 'Tepuk Sakinah' Terbitlah 'Tepuk Gempa' dari BMKG, Berikut Lirik Lengkapnya
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan selalu mengikuti informasi dari kanal resmi. Warga juga disarankan menjauhi bangunan retak dan mencari area terbuka jika terjadi gempa susulan.
"Kami akan terus memantau aktivitas seismik di Papua dan akan memperbarui informasi jika ada perkembangan baru," ujarnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Kawasan Puncak Bogor Terus Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Hujan Lebat yang Bakal Mengguyur Jabodetabek Sepekan ke Depan
Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Dekat NTB, Pertanda Apa?
Modifikasi Cuaca Jangan Cuma Fokus di Jakarta, Daerah Kiri-kanannya Juga Dong
Puluhan Ton Garam Ditabur di Langit untuk 'Pancing' Awan ke Arah Laut, Cegah Hujan Deras di Jabodetabek
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepuluan Nias hingga 4 Meter pada 22-24 Januari
BMKG Peringatkan Hujan Deras Disertai Petir di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Beberapa Hari Mendatang
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng