Panitia PON Papua Cari Duit Rp200 Miliar dari Sponsor

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 April 2021
Panitia PON Papua Cari Duit Rp200 Miliar dari Sponsor

Logo PON di Papua. (Foto: Panitia PON)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua menargetkan pengumpulan dana sponsor minimal Rp100 miliar hingga Rp200 miliar sebagai pemasukan di luar APBN dan APBD untuk pergelaran multievent empat tahunan yang akan digelar pada 2-15 Oktober di Papua.

Ketua Bidang II PB PON Roy Letlora mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan calon sponsor. Meski sumber pendanaan utama berasal dari APBN dan APBD, tetapi panitia masih kekurangan dana sehingga butuh bantuan sponsor.

Baca Juga:

KKB Berulah, Keamanan PON Papua Terancam?

Panitia membuat paket-paket agar bisa menggaet sponsor yang bisa take and give. Mulai paket Rp30miliar, Rp20 miliar atau Rp50 miliar.

“Untuk hasilnya bisa melalui jasa dan barang. Target kami untuk sponsor itu minimal di antara Rp100 miliar hingga Rp200 miliar, tapi kekurangan dan kebutuhan kami masih banyak di atas itu,” sambung dia.

Roy menyebut untuk keperluan teknologi informasi (IT), pihaknya membutuhkan dana mencapai Rp60 miliar. Keperluan ini, menjadi pengeluaran terbesar untuk PON Papua.

Ia berharap, bantuan dari PT Telkom Indonesia sebagai perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi di Tanah Air untuk membantu menekan anggaran PON Papua, khususnya untuk bidang IT.

“Itu tidak mudah, tapi mungkin lewat Pak Menteri BUMN Erick Thohir bisa approach ke Telkom dan membantu kami untuk hal itu,” ujar Roy.

Beberapa perusahan BUMN telah berkomitmen dalam membantu pengembangan dan pergelaran ajang olahraga prestasi di Tanah Air, salah satunya PON Papua. Ada 13 perusahaan yang terlibat mendukung PON, diantaranya PLN, PT Telkom, Angkasa Pura I, Pelindo IV dan BRI.

Istora Papua Bangkit yang dibangun oleh Kementerian PUPR untuk mendukung PON XX di Papua. (Foto: Kementerian PUPR)
Istora Papua Bangkit yang dibangun oleh Kementerian PUPR untuk mendukung PON XX di Papua. (Foto: Kementerian PUPR)

Demi suksesnya penyelenggaraan PON yang untuk pertama kalinya bakal digelar di Papua, Pemerintah Provinsi Papua telah menghabiskan dana APBD lebih dari Rp3,8 triliun untuk pembangunan dan renovasi venue yang bakal digunakan untuk PON 2021.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari lima tahun anggaran, yakni 2016 sebesar Rp228,6 miliar, 2017 sebesar Rp447,2 miliar, 2018 Rp879,3 miliar, Rp2,2 triliun pada tahun 2019 dan Rp2 triliun dalam APBD 2020.

Selain dari dana APBD, pemerintah juga telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp2,3 triliun untuk mendukung proses pembangunan venue PON Papua yang pelaksanaannya diundur satu tahun. (*)

Baca Juga:

PON Papua Larang Pemain Liga 1 dan 2 Berebut Mendali

#PON Papua #Papua #Pekan Olahraga Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan