Panglima TNI: Prajurit TNI dan Polri Selalu Melindungi Rakyat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 05 November 2016
Panglima TNI: Prajurit TNI dan Polri Selalu Melindungi Rakyat

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyalami polisi pasca aksi damai bela Al-Qur'an. (Foto Dok./Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Prajurit TNI dan Polri selaku Aparatur Negara tidak bisa diancam melalui cara apapun, karena kita berpihak kepada negara dan selalu melindungi rakyat. Hal itu ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian  usai memberikan pengarahan kepada Prajurit TNI dan Polri di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016) pasca pengamanan penyampaian aspirasi aksi damai 4 November 2016.

Panglima TNI mengemukakan bahwa, pada saat penyampaian aspirasi yang disampaikan para demonstran,  prajurit TNI dan Polri mendapat makian dan lemparan berbagai macam botol minuman serta batu bata dari kelompok-kelompok yang menginginkan massa menjadi beringas, bahkan sebagian dari massa tersebut ada yang menendang dan memukul tameng Polisi dengan bambu, namun demikian para prajurit TNI dan Polri tetap diam dan tidak membalas.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa, pada saat demonstrasi berlangsung banyak pendemo yang ingin damai, akan tetapi ada kelompok yang menginginkan aksi damai tersebut menjadi rusuh. Namun, dengan adanya semangat kebangsaan dari para pendemo akhirnya demonstrasi dapat kembali kondusif.

“Saya Panglima TNI dan Kapolri saat itu menyerukan kepada kelompok-kelompok yang berbuat rusuh untuk segera menghentikan aksi anarkis, tetapi yang lainnya masih terus rusuh,  dan mereka memancing aparat untuk bertindak kasar,namun prajurit TNI dan Polri tidak terpancing,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Kepada Prajurit TNI dan Polri yang terlibat pada pengamanan aksi demonstrasi damai tanggal 4 November 2016, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan apresiasi terutama kebersamaan TNI dan Polri dalam mengemban tugas negara untuk mengamankan penyampaian aspirasi aksi damai. 

“Dengan kerja sama yang hebat antara TNI dan Polri, tugas tersebut bisa dilaksanakan dengan sukses,” ucapnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan apresiasi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo serta ucapan terima kasihnya kepada Prajurit TNI dan Polri atas keberhasilan tugas menjaga aksi damai tersebut.

BACA JUGA

  1. TNI Kerahkan 30 Bus Antar Pendemo Aksi Damai
  2. Kapolri Persilahkan Demo Tapi Damai, TNI Akan Amankan Masyarakat Umum
  3. Kawal Demo 4 November, TNI-Polri Terus Bersinergi
#Loyalitas TNI #TNI
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Pembangunan Batalyon Komcad itu dilakukan agar personel TNI di daerah mudah mendapatkan bantuan tambahan personel dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Indonesia
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Donny membuka kemungkinan tempat pelatihan Komcad ASN gelombang II akan berbeda dari gelombang I.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Indonesia
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Oditur militer menuntut empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan para terdakwa disebut dilakukan secara terencana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Indonesia
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Empat personel TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dituntut 2,5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Indonesia
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Komisi I DPR menegaskan pemberantasan begal adalah tugas Polri. TNI hanya bisa terlibat jika ada permintaan resmi dan koordinasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Indonesia
Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Presiden Prabowo Subianto meminta perwira TNI mampu beradaptasi dengan perubahan geopolitik global dan menyesuaikan doktrin militer dengan perkembangan zaman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Mei 2026
Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Indonesia
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Peristiwa itu menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer. 

Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Indonesia
Profil Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Muda yang Kini Jadi Waka Bais TNI
Mayjen Aulia Dwi Nasrullah yang dikenal sebagai salah satu jenderal termuda TNI kini dipercaya menjabat Wakil Kepala Bais TNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Profil Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Muda yang Kini Jadi Waka Bais TNI
Bagikan