Panglima TNI Beberkan Soal Pemicu Terjadinya Perang di Dunia, Indonesia Harus Hati-hati

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 11 Agustus 2017
Panglima TNI Beberkan Soal Pemicu Terjadinya Perang di Dunia, Indonesia Harus Hati-hati

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ANTARA/ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo angkat bicara soal penyebab terjadinya konflik yang kian banyak mengguncang dunia. Menurutnya, sekitar 70 persen perang disebabkan karena perebutan energi dan minyak. Bahkan konflik tersebut akan terus terjadi hingga hasil minyak dan energi sudah habis.

"Saya pastikan 70 persen konflik karena perebutan energi minyak. Energi fosil tidak bisa terbaharui, tetapi tergantikan dan kritis," kata Panglima TNI saat memberikan Kuliah Umum di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (11/8).

Gatot lantas memberi contok konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah atau disebut "Arab Spring”. Kata dia, hal itu juga lebih disebabkan perebutan energi dan minyak oleh berbagai negara. Kawasan Timur Tengah adalah wilayah penghasil minyak.

"Kita lihat Irak, Libya, Saudi Arabia dan yang kini masih terjadi adalah Suriah. Itu adalah wilayah-wilayah itu penghasil minyak terbesar di dunia," ujar Gatot.

Panglima TNI menyebutkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah melihat hal tersebut. Bahkan saat mengunjungi Irak, Trump pernah mengatakan ISIS tidak pernah ada jika AS bisa menguasai minyak.

"Jangan heran jika Trump memilih menteri luar negeri yang merupakan bekas bos di Exxon Mobil. Pintar dia," tutur Gatot.

Menurut dia, perebutan energi dan minyak tersebut tidak harus negara yang berkepentingan terjun langsung ke lapangan. Biasanya negara yang berkepentingan memakai warga setempat dengan mengadu-domba dan agitasi.

Setelah energi minyak sudah mulai habis sekitar tahun 2056, maka akan terjadi krisis pangan dan krisis air. Negara-negara lain akan mengincar energi pangan, air yang dimiliki negara yang berada di dalam ekuator.

"Negara-negara diluar ekuator yang jumlahnya mencapai 9,8 miliar orang, akan mengincar negara-negara di dalam ekuator, seperti negara ASEAN, Kolombia, Meksiko dan lainnya untuk mengincar energi pangan dan air yang dimilikinya," papar Panglima TNI.

Menurut dia, negara-negara di luar ekuator akan melihat Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya.

"Tadinya ke Arab Spring, lalu banyak negara yang melirik wilayah Ekuator. Negara lain akan melirik Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah, garis pantai terpanjang kedua di dunia, dan banyak pangannya. Ini sangat rawan bagi Indonesia," tuturnya.

Proklamator bangsa Indonesia, Bung Karno pernah menyatakan kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara lain di dinia. "Presiden Joko Widodo juga pernah berkata, 'Kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka buat Indonesia'," ujar Panglima TNI.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengingatkan bangsa Indonesia agar hati-hati. Jangan sampai negara ini pecah karena diadudomba dengan tujuan mengeruk minyak dan energi, seperti yang terjadi di Suriah.

"Kita semua harus hati-hati. Kalau kita masih berselisih, mudah diadudomba maka Indonesia akan menjadi ladang konflik di masa mendatang. Benih-benih sudah ada, tetapi jangan sampai terjadi konflik antarsesama," tutup Gatot. (*)

Sumber: Antara

#Panglima TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Indonesia
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Indonesia
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Komisi I DPR menanggapi keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghidupkan jabatan Kaster. Tegaskan kebijakan ini bukan kembalinya dwifungsi ABRI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Indonesia
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Status siaga 1 TNI diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Antisipasi ancaman siber, infiltrasi informasi, dan dinamika geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Indonesia
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kesiapan TNI dalam menghadapi situasi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Indonesia
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI merupakan hal wajar sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Indonesia
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Try berhasil menapaki berbagai posisi strategis hingga mencapai puncak kepemimpinan militer dan politik nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Indonesia
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Insiden terkendala oleh kabel
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Indonesia
Panglima TNI Seleksi Jenderal Bintang Tiga Pimpin Pasukan Perdamaian ke Gaza
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina, nanti akan dipimpin jenderal bintang tiga.
Wisnu Cipto - Senin, 24 November 2025
Panglima TNI  Seleksi Jenderal Bintang Tiga Pimpin Pasukan Perdamaian ke Gaza
Bagikan