Merahputih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman melakukan sejumlah langkah strategis untuk melaksanakan PPKM skala mikro tersebut.
TNI dan Polri akan mengirimkan Babinsa dan Babinkamtibmas ke kampung-kampung atau RT. Selain itu, aparat juga akan merangkul kelompok-kelompok masyarakat setempat.
Baca Juga:
"Sehingga mereka memberdayakan organisasi-organisasi masyarakat di sekitarnya untuk membantu masyarakat di situ sendiri," ujar Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (10/2).
Dudung juga menyinggung soal Kampung Tangguh Jaya yang merupakan kawasan binaan TNI-Polri. Menurut dia, masyarakat di Kampung Tangguh Jaya memilih kesadaran yang cukup tinggi terkait protokol kesehatan.
"Jadi gotong-royong, kepedulian kepada masing-masing masyarakat, ada kelompok-kelompok pemuda yang begitu peduli kepada warganya yang terpapar," ucapnya.
Mereka juga menyiapkan tim tenaga vaksinator dan tracker COVID-19. Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu dari Pemprov DKI Jakarta terkait jumlah tenaga vaksinator dan tracker COVID-19 dari TNI-Polri
"Ya saat ini kita masih menunggu dari Pemda DKI, belum dikerahkan jumlahnya. masih menunggu," ujar Dudung.
Dudung mengatakan tim dari TNI-Polri bertugas tidak bergerak sendiri. Menurutnya, yang utama dalam proses vaksinasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
"Yang tadi sebelah kiri itu tenaga-tenaga medis semua. Perawat, dokter, bidan, lengkap itu," kata mantan Gubernur AKMIL ini.
Baca Juga:
Datangi Markas Brimob, Kapolda Metro Minta Pasukan Jaga Jakarta
Dudung menjelaskan, tenaga vaksinator yang berasal dari TNI-Polri telah terlatih. "Salah satu Kopral, bagaimana nyuntik, rupanya dia memang tukang nyuntik. Dia dari tenaga kesehatan," tutur Dudung.
Kodam Jaya melaksanakan apel gelar kesiapan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. (Knu)