Kesehatan

Pakar: Omicron Menyebar Cepat Tapi Gejalanya Ringan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 06 Februari 2022
 Pakar: Omicron Menyebar Cepat Tapi Gejalanya Ringan

Waspada penyebaran virus Omicron(Foto: pixabay/alexandra_koch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KASUS COVID-19 varian omicron memang bisa menyebar dengan cepat, tapi gejalanya ringan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu ke rumah sakit bila dinyatakan positif, baik tidak bergejala ataupun bergejala ringan.

Hal tersebut dipaparkan epidemiolog Universitas Indonesia Dr Pandu Riono, MPH, PhD. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki trauma pada momen gelombang COVID-19 varian delta lalu.

Baca Juga:

Pentingnya Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Di tengah Gempuran Omicron

"Perlu diketahui memang varian omicron ini penyebarannya cepat, tapi kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah," jelas Pandu dikutip ANTARA.

Karakteristik lonjakan kasus sangat dipengaruhi karakteristik varian virus. Kemudian, karakteristik lonjakan kasus pun dipengaruhi jumlah imunitas penduduk.

masyarakat kerap salah persepsi dengan kondisi saat ini (Foto: pixabay/alexandra_koch)

Karena itu, menurut Pandu, masyarakat kerap salah persepsi dengan kondisi saat ini seperti kondisi di Juli-Agustus 2021 lalu, padahal sudah jauh berbeda.

Saat ini, sebagian besar penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi yang cukup merata. Menurut catatan vaksinasi nasional, telah lebih dari 85 juta populasi penduduk Indonesia yang mendapat vaksinasi dosis pertama.

Sementara itu, 129 juta lebih penduduk Indonesia telah mendapatkan dosis kedua, dan lebih dari 4,7 penduduk telah menapat dosis ketiga.

Dalam hal ini, vaksinasi memiliki peran penting bagi pencegahan kesakitan dan kematian karena infeksi COVID-19 varian apa pun, termasuk omicron.

Pada negara-negara lain yang lebih dahulu melewati varian omicron seperti Inggris, India, dan Afrika Selatan, tingkatan keparahan serta tingkat kematian akibat infeksi varian omicron jauh berbeda dengan varian delta.

"Saya bisa berbicara seperti ini karena melihat pengalaman dari negara lain yang sudah melalui gelombang omicron. Karakternya cepat naik, cepat turun, dan pasien yang masuk rumah sakit jauh lebih rendah," kata Pandu.

Baca Juga:

Mengenal Gejala Omicron yang Hanya Muncul di Malam Hari

Menurut Pandu, pengalaman negara lain yang mirip dengan studi kasus di Indonesia yakni India. Ia berharap lonjakan kasus di Tanah Air dapat mengikuti pola di India. DI sana, kasus turun dengan cepat dan tak banyak berdampak pada pelayanan rumah sakit atau kematian. Dalam hal ini, pemerintah harus lebih siap untuk menangani lonjakan kasus.

Kemenkes sendiri telah menyediakan pelayanan konsultasi kesehatan jarak jauh secara gratis(Foto: pixabay/thedigitalartist)

Kemenkes telah menyediakan pelayanan konsultasi kesehatan jarak jauh secara gratis untuk dibiagikan kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Begitupun dengan obat-obatan yang diperlukan pasien isoman sudah dipersipakan secara gratis.

"Kecemasan yang berlebihan membuat masyarakat minta dirawat di rumah sakit padahal tidak memenuhi syarat untuk dirawat di rumah sakit. Ini yang seakan-akan membuat tempat tidur di rumah sakit tinggi padahal mayoritas di rumah sakit itu pasien bergejala ringan," imbuhnya.

Pandu menegaskan, pasien yang statusnya sedang, berat, atau yang punya komorbiditaslah yang bisa dirawat di rumah sakit.n"Kalau yang tanpa gejala maupun bergejala ringan silakan isolasi mandiri," tutupnya. (Ryn)

Baca Juga:

Seorang Pria Mendapat 10 kali Suntikan Vaksin COVID-19 dalam Sehari

#Kesehatan #Omicron
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Bagikan