Pahit Manis Kuliah di Belanda, Bukan Cerita Negeri Van Oranje

Thomas KukuhThomas Kukuh - Kamis, 20 Juli 2017
Pahit Manis Kuliah di Belanda, Bukan Cerita Negeri Van Oranje

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jika kamu membayangkan kuliah di Belanda itu seperti film Negeri Van Oranje, maka ada baiknya jangan percaya 100 persen. Mahasiswa S2 jurusan Innovation Management TU Eindhoven, Belanda Hatta Bagus Himawan memaparkan bagaimana beratnya kuliah di Belanda. Khususnya di Technische Universiteit atau kalau di Indonesia adalah perguruan tinggi institut. Kata dia, jika pendidikan di Indonesia menggunakan sistem semester, maka perkuliahan di Belanda dilakukan per-kuartil (tiga bulan).

Pada umumnya dalam satu kuartil, para mahasiswa mengambil tiga mata kuliah yang berbobot total 15 ECTS. Satu ECTS sendiri berarti 25 jam studi. Berarti, selama tiga bulan para mahasiswa harus meluangkan waktu selama 375 jam untuk belajar.

Tugas-tugas dan projek akhir langsung diumumkan dan pada saat itu juga langsung disuruh membuat kelompok kerja. Begitulah orang belanda yang sangat disiplin soal waktu. Sehingga jadwal-jadwal deadline juga sudah diumumkan.

Secara bersamaan, mahasiswa juga harus memperhintungkan kapan jadwal ujian akhir quartile. Jadi jika salah persiapan sedikit saja, maka jadwal perkuliahan pasti akan kacau dan pasti berdampak ke jadwal perkuliahan selanjutnya.

’’Berbeda dengan saat saya dulu kuliah di Indoenesia, yang dimana menggunakan sistem semester. Saya cenderung lebih santai, karena saya akan disibukkan oleh tugas-tugas kuliah dan ujian beberapa bulan menjelang semester berakhir. Dan kebiasaan ini terbawa saat kuliah disini. Alhasil saya kalang kabut menjalani kuartil pertama saya,’’ ungkap Hatta.

Bukan hanya belajar dan kuliah, Hatta juga harus memikirkan makan apa hari ini, mencuci pakaian dan tentunya membersihkan kamar. Jangan harap bisa sewa GoClean di Belanda, mengingat harga jasa manusia di Belanda sangat mahal.

Sebagai gambaran untuk pelayan di restoran bisa 7 euro per jam, yang dimana sekitar 100 ribu rupiah. Jadi untuk mahasiswa, uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk kebutuhan lain.

Saat S1 dulu, tugas biasanya dinilai berdasarkan hasil akhir dan kesimpulan. Bermodalkan mindset ‘yang penting selesai’ saja mungkin kita sudah bisa mendapatkan nilai bagus. Sayangnya hal ini tidak bisa diterapkan di Belanda, terutama untuk mengerjakan tugas essay. “Untuk tugas essay, konten dari tulisan kami sangat diperhatikan, bahkan sampai level terekstrim yaitu kata per kata. Kesalahan kecil bakal dapat ditemukan,” katanya.

Analisis dan argumen kita bakal diperhatikan dengan sangat detail, masuk akal atau tidak.’’Jadi, jangan harap akan mendapatkan nilai bagus dengan tulisan panjang tetapi konten dan isinya tidak jelas dan tidak tepat sasaran,’’ imbuh Hatta.

Untungnya, dosen di sini selalu bisa meluangka waktunya untuk mahasiswa-mahasiswanya. Mereka dengan senang hati menjelaskan kembali hal-hal yang dirasa kurang jelas.

Pun untuk meminta bertemu dengan dosen sangatlah mudah, cukup email dosen tersebut dengan 1-2 kalimat jelas dan simpel saja. Dosen tersebut pasti akan membalasnya. Tetapi kebaikan dosen tersebut jangan disalah artikan. Untuk penilaian, para dosen tidak main-main, mereka sangat objektif.

Yang sangat menarik, perpustakaannya sangat ramai. Berbeda dengan di Indonesia, di sini perpustakaan tidak pernah sepi kecuali saat liburan. Meskipun orang belanda sangat bisa menikmati hidup, tetapi jika sudah urusan belajar maka mereka akan fokus tidak sambil buka media sosial, game atau hal-hal lain yang mengganggu konsentrasi. ’’Dari sini saya melihat prinsip work hard and play harder benar-benar diimplementasikan,’’ imbuh alumnus ITS Surabaya itu.

Menurut Hatta, untuk lulus kuliah, bagi sebagian orang adalah suatu yang mewah. Dia sendiri pernah mengalami masa ini dimana untuk lulus satu mata kuliah saja susahnya minta ampun. Percaya atau tidak, pada quartile pertama, Hatta tidak ada satupun mata kuliah yang lulus. Alhasil dia harus mengulang ujian pada quartile selanjutnya.

Sehingga pada quartile dua Hatta harus menempuh enam ujian, bahkan terbesit pikiran untuk pulang saja ke Indonesia. Akan tetapi saat ingin menyerah Hatta selalu teringat perjuangan Iwa Koesoemasoemantri, Achmad Soebardjo, Mohammad Hatta, dan Ali Sastroamidjojo, para pembesar-pembesar negara Indonesua dalam menempuh kuliah di Belanda.

Barang tentu mereka dihadapkan kondisi yang lebih berat darinya. Hatta pun membulatkan tekad untuk menghadapi ini semua.

Terhitung satu bulan sebelum ujian, Hatta ke perpustakaan dari jam 10.00 pagi hingga jam 10.00 malam setiap hari tanpa ada yang terlewat satu hari pun. ’’Dan hasilnya, Alhamdulillah saya lulus semua, bahkan study advisor saya mengatakan bahwa case saya ini sangatlah langkah dan mereka masih tidak percaya jika saya bisa lulus semua mata kuliah tersebut,” kata dia.

“Ini tidak pernah mudah, tidak akan pernah, tetapi kita akan selalu diberi kesempatan berusaha dan membuktikannya bahwa kita generasi yang pantang mengucapkan kata menyerah,’’ imbuhnyanya. (ijo)

#Kuliah #Belanda #Kuliah Di Belanda
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Persoalan mengenai biaya kuliah dan beasiswa itu menjadi topik yang turut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Olahraga
Lolos Piala Dunia, Koeman Akui Belanda Main di Bawah Standar Saat Kualifikasi Harus Banyak Berbenah
Ronald Koeman menilai masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki Timnas Belanda sebelum turun di putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 November 2025
Lolos Piala Dunia, Koeman Akui Belanda Main di Bawah Standar Saat Kualifikasi Harus Banyak Berbenah
Indonesia
Bantai Lithuania 4-0, Belanda Amankan Tiket Piala Dunia 2026
Lithuania harus puas menjadi juru kunci Grup G dengan hanya tiga poin setelah dibantai Belanda 4 gol tanpa balas.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 November 2025
Bantai Lithuania 4-0, Belanda Amankan Tiket Piala Dunia 2026
Indonesia
3 Mahasiswa KKN UIN Semarang Hanyut dan Meninggal di Sungai Jolinggo Kendal
Rektor UIN Semarang menyampaikan rasa duka yang mendalam dan komitmen penuh universitas dalam penanganan musibah ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 November 2025
3 Mahasiswa KKN UIN Semarang Hanyut dan Meninggal di Sungai Jolinggo Kendal
Indonesia
Kuota Beasiswa Internasional Bakal Naik, Perluas Kerja Sama Kampus Indonesia Dengan Luar Negeri
kerja sama antarnegara di bidang pendidikan tinggi merupakan bagian dari kontribusi Indonesia terhadap pembangunan global yang inklusif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 November 2025
Kuota Beasiswa Internasional Bakal Naik, Perluas Kerja Sama Kampus Indonesia Dengan Luar Negeri
Indonesia
Indonesia Setuju Pulangkan 2 Terpidana Mati dan Seumur Hidup Asal Belanda
Menurut Yusril, kedua narapidana itu telah berusia lanjut. Namun, dia masih enggan membuka identitas kedua narapidana asal belanda itu.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Oktober 2025
Indonesia Setuju Pulangkan 2 Terpidana Mati dan Seumur Hidup Asal Belanda
Indonesia
Prabowo Apresiasi Raja Belanda dalam Kesepakatan Pengembalian 30 Ribu Artefak ke Indonesia
Langkah Belanda ini sebagai wujud iktikad baik untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Dwi Astarini - Minggu, 28 September 2025
Prabowo Apresiasi Raja Belanda dalam Kesepakatan Pengembalian 30 Ribu Artefak ke Indonesia
Indonesia
Jarang Terjadi! Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Máxima Bersama Sambut Presiden Prabowo di Istana Huis ten Bosch
Penyambutan oleh raja dan ratu secara bersamaan ini merupakan suatu hal yang jarang terjadi dan menjadi bentuk penghormatan tinggi Kerajaan Belanda kepada Presiden Prabowo.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 September 2025
Jarang Terjadi! Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Máxima Bersama Sambut Presiden Prabowo di Istana Huis ten Bosch
Indonesia
Prabowo Subianto dan Raja Belanda Lakukan Pertemuan Bilateral Berbalut Seremonial Mewah, Mempererat Ikatan Sejarah dan Masa Depan
Kendaraan ini biasanya disimpan di Royal Stables, kawasan Istana Noordeinde, Den Haag
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 September 2025
Prabowo Subianto dan Raja Belanda Lakukan Pertemuan Bilateral Berbalut Seremonial Mewah, Mempererat Ikatan Sejarah dan Masa Depan
Indonesia
Prabowo Lanjutkan Kunjungan Kenegaraan ke Belanda Setelah Dari Kanada
Di Ottawa, Presiden telah melakukan dua pertemuan penting yang menandai babak baru dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 September 2025
Prabowo Lanjutkan Kunjungan Kenegaraan ke Belanda Setelah Dari Kanada
Bagikan