Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Nomor 1 Kota di Afrika
Ilustrasi polusi udara. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/am.)
MerahPutih.com - Kabar kurang menyenangkan dari langit Jakarta pagi ini. Kualitas udara Jakarta kembali masuk kategori tidak sehat.
Hari ini, Jakarta menempati peringkat kedua kota dengan udara terburuk di dunia berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir
Dikutip dari informasi IQAir, Senin (25/8) pagi, Jakarta menduduki peringkat kedua kota dengan udara terburuk di dunia di bawah Kinshasa, Ibu Kota Republik Demokratik Kongo di Afrika.
Baca juga:
4 Hari Berturut Kualitas Udara Jakarta Masuk 4 Besar Kota Terburuk di Dunia
Data Kualitas Udara Jakarta Hari Ini
- Indeks Kualitas Udara (AQI): 172
- Konsentrasi PM2.5: 85 µg/m³
- Kategori: Tidak Sehat
Dampak Kesehatan
- Udara dengan AQI di atas 150 dapat merugikan kesehatan kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan
- PM2.5 adalah partikel sangat kecil yang bisa masuk ke paru-paru dan aliran darah, meningkatkan risiko ISPA, asma, dan penyakit jantung
IQAir juga merekomendasikan bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
Kondisi Global
Masih dari situs yang sama, Kinshasa (Kongo) sebagai kota dengan kualitas udara terburuk hari ini memiliki indeks di angka 181.
Sedangkan, urutan ketiga Dubai (Uni Emirat Arab) di angka 134, keempat Kampala (Uganda) di angka 133, dan kelima Kairo (Mesir) di angka 129. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Restoran di Jakarta Jangan Nekat Masih Jual Daging Anjing, Banyak Cepu Berkeliaran
Sopir Truk Sampah Meninggal Jantungan Antre di Bantar Gebang, Fasilitas Istirahat TPST Disorot
Menilik Budidaya Sayur Hidroponik di Ladang Farm Cilandak Jakarta
Sebanyak 166 Sekolah Rakyat Telah Beroperasi dari Sabang sampai Merauke
Banjir Rob Menghantui Pesisir Jakarta, Warga Diminta Waspadai Pergerakan Cepat Air Laut
Jelang Nataru 2025–2026, Gubernur Pramono Pastikan Harga Pangan di Jakarta Stabil
Bagi-Bagi Nasi Bungkus Tolak Raperda Rokok, Simbol Perjuangan Warteg di Jakarta
Ketua DPR Puan Maharani Terima Kunjungan Ketua MPPR China Wang Huning di Jakarta
Gus Yahya Tegaskan Dirinya Tetap Ketua Umum PBNU yang Sah Hasil Muktamar ke-34 tahun 2021