MerahPutih.com - Pelaku bom bunuh diri di Kartasura Rofik Asharudin perlahan kondisinya mulai membaik. Bahkan, ia sudah menjalani pemeriksaan.
Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, handphone pelaku sudah dirusak sehingga dari lab digital forensik sedikit mengalami hambatan.
"Namun demikian aparat kepolisian berusaha semaksimal mungkin membuka jaringan komunikasi tersangka dengan menggunakan akun facebook yang bersangkutan," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/6).
Dedi melanjutkan, Rofik membaiat dirinya menggunakan akun Facebook ISIS.
"Memang dia tak terafiliasi oleh jaringan JAD atau kelompok teroris yang terstruktur. Tapi dia miliki jaringan komunikasi dengan sleeping sel yang lain itu yang sedang didalami. Kemudian dia juga membagi tukar menukar pengalaman merakit bom antara sesama lone wolf," imbuh Dedi.
Bahkan, orang tuanya sempet diajak dibaiat ikut jaringan ISIS. "Ortunya juga diajak untuk mendukung melakukan suicide bomber tapi ortunya menolak," jelas Dedi.
Dedi mengatakan orang tua Rofik sudah mengingatkan untuk tidak mengikuti yang sifatnya radikal terlalu ekstrim itu membahayakan.
"Karema tingkat pengetahuan yang bersangkutan terhadal agama sangat kurang oleh krnnya mudah terpapar. Kalau (berangkat ke Suriah) ke arah sana belum," jelas Dedi.
Kejadian ledakan terjadi pada Senin (3/6) sekitar pukul 22.45 WIB. Saksi yang melihat langsung bernama Rangga yang berprofesi sebagai timer bus, ketika itu membantu polisi memasang lampu.
Saksi melihat pelaku berjalan ke pos sekitar pukul 22.35 WIB, pelaku mengenakan kaus hitam, jeans dan headset. Akibatnya pelaku luka, lantas delapan personel polisi dan Rangga segera keluar dari pos guna menghindari ledakan susulan yang terjadi. (Knu)