DEMI mendapatkan kepuasan seksual, sejumlah pasangan tak segan melakukan variasi dalam hubungan seksual. Salah satunya adalah dengan melakukan oral seks ketika foreplay. Stimulasi yang diterima ketika oral seks dianggap mampu meningkatkan gairah seksual dan mencapai orgasme.
1. Oral seks meningkatkan HPV
Meskipun mampu memberi kepuasan lebih ketika di ranjang, oral seks memiliki resiko bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker rongga mulut. Dokter Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD menuturkan, Human Papilloma Virus (HPV) yang banyak terjadi pada pengidap kanker mulut rahim juga banyak ditemukan pada pengidap kanker rongga mulut.
"HPV nomor 16 menyebabkan mutasi dari gen P53 yang banyak ditemukan di kanker rongga mulut," ujarnya saat ditemui di acara Deteksi Dini Lesi Pra Kanker, Kamis (13/12). Menurut drg. Rahmi, inkubasi HPV terjadi di kelamin namun perubahan pola seks dapat menyebabkan kanker rongga mulut.
2. Mulut terjangkit berbagai penyakit
Virus HPV 16 dapat membuat tumor orofaringeal berkembang di mulut. Tumor tersebut akan mempengaruhi bagian tengah tenggorokan termasuk langit-langit yang lunak, dasar lidah, dan amandel.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dokter Onkologi Indonesia, Dr. dr. Denni Joko Purwanto, SpB (K) Onk, dari 30 persen pasien yang mengidap kanker mulut ternyata juga banyak ditemukan HPV 18 yang seharusnya ada di kelamin. Selain virus HPV, virus herpes yang ada di kelamin bisa terpapar ke mulut jika melakukan oral seks.
3. Periksakan secara rutin bila terpapar virus HPV
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kanker rongga mulut saat oral seks, drg. Amtha menyarankan mereka yang terpapar virus HPV untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Dengan melakukan pemeriksaan virus HPV dapat mencegah risiko kanker rongga mulut saat oral seks," tuturnya. Selain itu, setia dengan satu partner juga meminimalisir terjangkitnya kanker rongga mulut melalui oral seks. (avia)