OJK Tegaskan Indonesia Tetap Kokoh di Kelas Emerging Market, Status Frontier Market Meluncur Jauh

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
OJK Tegaskan Indonesia Tetap Kokoh di Kelas Emerging Market, Status Frontier Market Meluncur Jauh

Gedung Kantor OJK. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan posisi Indonesia tetap aman dalam kategori emerging market (pasar berkembang) versi lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kepastian ini mematahkan kekhawatiran mengenai penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi frontier market pascapengumuman rebalancing indeks terbaru.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa peninjauan terbaru MSCI tidak menunjukkan adanya perubahan status bagi pasar modal tanah air.

Baca juga:

Tren Inflasi Naik, Nilai Tukar Rupiah Bisa Capai Rp 17.575 per Dolar AS

"Hari ini pun MSCI sendiri melakukan penyesuaian indeks tanpa kemudian menetapkan adanya perubahan klasifikasi pasar kita. Jadi kita tetap ada di dalam kelompok emerging market seperti sebelumnya,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).

Pengakuan Dunia terhadap Reformasi Pasar Modal

Tak hanya MSCI, lembaga indeks bergengsi lainnya, FTSE Russell, juga tetap menempatkan Indonesia dalam kategori secondary emerging market. Hasan menilai bertahannya posisi ini membuktikan bahwa langkah reformasi yang ditempuh regulator dan pelaku pasar sudah berada di jalur yang tepat.

Komunikasi intensif yang dilakukan otoritas dengan pihak internasional membuahkan hasil positif. "Langkah reformasi yang ditempuh otoritas dan pelaku pasar telah diakui oleh penyedia indeks global," tambahnya.

Dinamika Rebalancing Saham dan Kebijakan Pembekuan

Terkait nasib emiten tertentu, Hasan mengungkapkan sebenarnya terdapat beberapa saham Indonesia yang punya potensi besar masuk ke indeks MSCI. Namun, proses masuknya saham-saham tersebut harus tertunda karena adanya kebijakan internal dari penyedia indeks.

"Hanya karena untuk sementara waktu kebijakan mereka sedang ada freeze atau pembekuan tidak adanya in ke kelompok indeks Indonesia, maka saham-saham itu tertunda masuk," ungkap Hasan.

Baca juga:

Taktik OJK Jemput Momentum MSCI, Saham Indonesia Siap Comeback Lebih Kuat

Dalam catatan MSCI May 2026 Index Review, terdapat enam saham besar yang keluar dari MSCI Global Standard Index, di antaranya AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Meski AMRT keluar dari kategori Global Standard, saham pengelola Alfamart tersebut justru masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Index. Di saat yang sama, belasan saham lain seperti ANTM, SIDO, hingga MIKA harus rela terdepak dari kategori Small Cap tersebut.

#OJK #Dewan Komisioner OJK #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Divestasi Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
IHSG hari ini melemah akibat sentimen pemberlakuan harga saham terendah Rp1 oleh BEI. Simak analisis pergerakan IHSG, nasib saham gocap, dan sentimen global di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Laju IHSG hari ini ditutup melemah mengekor bursa saham Asia. Ketahui penyebab utama IHSG turun, mulai dari tensi geopolitik hingga daftar saham top gainers & losers di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Penasaran apa penyebab IHSG hari ini turun tajam? Cek rangkuman lengkap soal sentimen pasar modal, dari tekanan Wall Street, inflasi, hingga kondisi ekonomi dalam negeri yang lagi lesu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Indonesia
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Pergerakan IHSG hari ini sukses dibuka menguat tajam berkat meredanya tensi di Timur Tengah dan respons pasar terhadap The Fed. Cek prediksi IHSG selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Indonesia
OJK Cabut Larangan Nasabah Utang ke Banyak Pinjol, Kini Bisa Pinjam Lebih dari 3 Aplikasi
OJK resmi mencabut aturan pembatasan maksimal utang hanya boleh ke 3 platform pinjol. Simak detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
OJK Cabut Larangan Nasabah Utang ke Banyak Pinjol, Kini Bisa Pinjam Lebih dari 3 Aplikasi
Indonesia
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Kabar mengejutkan! The Fed resmi menaikkan suku bunga akibat lonjakan inflasi imbas perang di Iran. Cek dampaknya buat cicilan KPR dan ekonomi global di sini.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Indonesia
Analisis Pergerakan IHSG Hari Ini: The Fed Naikkan Suku Bunga, Pasar Modal Justru Menghijau
Penasaran kenapa IHSG hari ini malah menguat pasca The Fed naikkan suku bunga? Simak analisis pergerakan pasar modal, komentar pakar, dan dampaknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Analisis Pergerakan IHSG Hari Ini: The Fed Naikkan Suku Bunga, Pasar Modal Justru Menghijau
Indonesia
Harga Saham Minimum Akan Diubah dari Rp 50 Menjadi Rp 1 Per Lembar Saham
Meskipun terdapat implementasi penyesuaian batas minimum harga saham tersebut, diyakini tidak akan memberikan dampak terhadap aliran dana asing.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Harga Saham Minimum Akan Diubah dari Rp 50 Menjadi Rp 1 Per Lembar Saham
Indonesia
Pergerakan IHSG Hari Ini Bikin Kejutan, Menguat di Tengah Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed
Cek update pergerakan IHSG hari ini yang sukses menguat tipis meski ada ancaman kenaikan suku bunga The Fed. Simak juga ulasan lengkap utang luar negeri RI di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Pergerakan IHSG Hari Ini Bikin Kejutan, Menguat di Tengah Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia
IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Efek Menkeu Baru Suahasil Nazara & Bunga The Fed Bikin Investor Wait and See
Prediksi IHSG hari ini bergerak sideways di kisaran 6.400-6.600. Investor tengah wait and see mencerna arah kebijakan Menkeu baru Suahasil Nazara dan keputusan suku bunga The Fed. Simak analisis lengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 15 September 2026
IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Efek Menkeu Baru Suahasil Nazara & Bunga The Fed Bikin Investor Wait and See
Bagikan