Obituari Paus Fransiskus: Jejak Jesuit Argentina Lulusan Teknik Hingga Jadi Orang Nomor Satu di Vatikan
Arsip - Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus memimpin Misa Akbar di Jakarta. (Foto: Indonesia Papal Visit Committee/Iwan Jayadi)
MerahPutih.com - Umat Katolik dunia berduka atas meninggalnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus. Kepala Negara Vatikan itu menghembuskan nafas terakhir hari ini Senin (21/4) di usia 88 tahun.
Lahir di Buenos Aires 17 Desember 1936, Paus Fransiskus memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio. Uskup Agung Buenos Aires itu menjadi Paus Gereja Katolik ke-266 yang terpilih dalam Konklaf Kepausan 2013.
Lulus sebagai teknisi kimia, Fransiskus memilih jalan imamat mengikuti pendidik Seminari Tinggi Keuskupan Villa Devoto dan resmi masuk novisiat Serikat Yesus atau Jesuit pada 11 Maret 1958. Dia melanjutkan studinya di bidang humaniora di Chili, lalu kembali ke Argentina dan meraih gelar filsafat dari Colegio de San José di San Miguel pada 1963.
Baca juga:
Profil Lengkap Paus Fransiskus: Pemimpin Gereja Katolik yang Sederhana dan Cinta Damai
Pada 31 Juli 1973, Paus Fransiskus diangkat sebagai Provinsial Serikat Yesus di Argentina. Ia pun melanjutkan karyanya di sektor universitas sebagai Rektor Colegio de San José dari tahun 1980 hingga 1986, juga sebagai pastor paroki di San Miguel. Pada Maret 1986, ia pergi ke Jerman untuk menyelesaikan tesis doktoralnya.
Lalu, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Paus Fransiskus sebagai Uskup Tituler Auca dan Uskup Pembantu Buenos Aires pada 20 Mei 1992. Pada 27 Mei 1992, Fransiskus menerima penahbisan uskup dari Kardinal di katedral.
Baca juga:
Uskup Agung Buenos Aires
Pada 3 Juni 1997, Paus Fransiskus diangkat menjadi Uskup Agung Buenos Aires. Setelah kematian Kardinal Quarracino, Paus Fransiskus menggantikannya pada 28 Februari 1998, sebagai Uskup Agung, Primat Argentina dan Ordinaris bagi umat ritus Timur di Argentina yang tidak memiliki Ordinaris dalam ritusnya sendiri.
Tiga tahun kemudian pada Konsistori 21 Februari 2001, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Kardinal dengan gelar San Roberto Bellarmino. Pada Oktober 2001, Paus Fransiskus ditunjuk sebagai Relator Umum untuk Sidang Umum Biasa ke-10 Sinode Para Uskup untuk Pelayanan Episkopal.
Baca juga:
Pesan Terakhir Paus Fransiskus untuk Israel-Palestina: Hentikan Peperangan
Pada April 2005, Paus Fransiskus ikut serta dalam Konklaf yang memilih Paus Benediktus XVI dan berada di urutan kedua. Ketika Benediktus mundur karena alasan kesehatan, Fransiskus terpilih menduduki takhta suci Roma melalui Konklaf Kepausan pada 13 Maret 2013. Jorge Mario Bergoglio resmi menjadi Paus Gereja Katolik ke-266 sekaligus yang pertama pertama dari benua Amerika. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Menteri Agama Berharap Tiap Untaian Doa Umat Katolik di Bulan Rosario Jadi Berkah untuk Indonesia
Paus Leo XIV Tahbiskan Carlo Acutis sebagai Santo, ‘Influencer Tuhan’ Panutan Anak Muda Zaman Ini
Soal Pengangguhan Penahanan 7 Tersangka Persekusi Cidahu, Marinus Gea Sebut Kementerian HAM Kirim Sinyal Negara Lindungi Pelaku
Dialog Agung di Vatikan: Muhaimin Iskandar Membawa Pesan Kebhinekaan dari Indonesia untuk Paus Leo XIV
Budi Arie Sebut Pelantikan Paus Leo XIV Jadi Seruan Moral dan Relevansi dengan Gerakan Koperasi
Singgung Banyaknya Kemiskinan hingga Kebencian, Paus Leo XIV Minta Gereja jadi ‘Ragi’ Bagi Dunia
Paus Leo XIV Dilantik Hari ini di Basilika Santo Petrus, 250 Ribu Orang hingga Sejumlah Pemimpin Dunia Hadir
Cak Imin Diutus dalam Pelantikan Paus Leo XIV, Diharap Jadi Jembatan Persaudaraan Indonesia-Vatikan
Prabowo yakin Kepemimpinan Paus Leo XIV Mampu Buka Jalan Perdamaian dan Harapan Baru di Dunia