Nyawa Jurnalis Melayang di Tangan Prajurit TNI AL, AJI Desak Pengadilan Sipil!

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 27 Maret 2025
Nyawa Jurnalis Melayang di Tangan Prajurit TNI AL, AJI Desak Pengadilan Sipil!

Ucapan duka cita untuk Juwita. (Foto: Instagram/Polres Banjarbaru)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam keras pembunuhan tragis yang menimpa seorang wartawati, Juwita (23), di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pelaku pembunuhan diduga adalah seorang oknum anggota TNI AL berinisial J.

"Kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya sebagai efek jera," tegas Ketua Umum AJI, Nany Afrida, kepada wartawan, Kamis (27/3).

AJI meyakini bahwa pengadilan sipil akan memberikan proses hukum yang lebih transparan dalam menangani kasus ini.

"Pelaku sebaiknya diadili di pengadilan umum/sipil, mengingat ini adalah tindak pidana pembunuhan, bukan terjadi dalam situasi perang. Pengadilan sipil juga akan lebih transparan dan menunjukkan keseriusan TNI AL dalam menangani kasus ini," jelasnya.

Baca juga:

Oknum Prajurit TNI AL Pelaku Pembunuhan Wartawati di Banjarbaru Bakal Dihukum Berat

Nany menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah pembunuhan tersebut terkait dengan konten berita yang ditulis oleh Juwita.

"Kami belum bisa menilai apakah ada kaitan antara pembunuhan ini dengan konten berita yang dibuat Juwita, karena belum ada bukti yang mengarah ke sana," ungkapnya.

Namun, AJI secara khusus menyoroti tindakan oknum TNI yang merenggut nyawa seseorang. "Sangat mudah bagi mereka untuk menghilangkan nyawa masyarakat yang seharusnya dilindungi," ujarnya.

Baca juga:

Fokus Utama Revisi UU TNI Harusnya Reformasi Peradilan Militer

AJI mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap pendidikan di lingkungan TNI. Menurut mereka, anggota TNI tidak seharusnya main hakim sendiri ketika terlibat masalah dengan warga sipil.

"Jika ada masalah dengan korban, seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan main hakim sendiri," tegasnya.

Juwita (23) menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AL, Kelasi Satu J. Pembunuhan ini terungkap melalui penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Korban ditemukan tewas di Jalan Gunung Kupang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Diduga, korban dan pelaku memiliki hubungan asmara.

#Jurnalis #Kekerasan Jurnalis #Pembunuhan #TNI #TNI AD #TNI AL #TNI AU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Jenazah langsung dibawa ke kediaman almarhum di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Indonesia
Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka kembali Operasi SAR Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Hasil uji DNA memastikan jasad tersebut merupakan Surakman, 60, salah seorang awak kapal Arupadhatu I yang mengangkut lima jurnalis foto dan tiga kru kapal.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka kembali Operasi SAR Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Bagikan