Novel Jepang Hingga Misteri Alam Jadi Inspirasi EP Terbaru Somnyfera

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 09 Desember 2024
Novel Jepang Hingga Misteri Alam Jadi Inspirasi EP Terbaru Somnyfera

Somnyfera lepas EP terbaru ‘Mantis Anggrek Pink’. (Foto: dok/Somnyfera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Unit indie rock asal Bandung, Somnyfera, akhirnya melepas EP terbaru mereka bertajuk ‘Mantis Anggrek Pink’ yang berisikan enam lagu.

Band beranggotakan ika Perdana (gitar, vokal), Aldi “Valchon” Hendrawan (bass, vokal, sitar), Rendy Pandita (drum, kibor), Sahid Maulana (gitar), dan Arman Marsudi (gitar) menampilkan pop/rock dan neo proressive era 90-an untuk EP terbarunya.

Tema yang diangkat pada album mini ini pun sangat beragam. Track “Senandung Pasifik Part 1 dan Part 2” yang terinspirasi dari novel berjudul Senandung Ombak karya penulis Jepang kontroversial, mendiang Yukio Mishima.

“Menceritakan sebuah drama muda-mudi, temali rasa antara seorang remaja nelayan miskin dan seorang gadis ranum putri seorang tuan di suatu pulau minor di tepi Pasifik blok Jepang,” ungkap Somnyfera dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/12).

Baca juga:

Cerita Di Balik EP Terbaru Caldera 'Rona Merah Pipi Tak Selalu Berarti Tersipu'

Aspek surealis yang diangkat oleh Somnyfera semenjak awal karirnya pun tetap bertahan, seperti pada track “Planetlvmba”, yang berisi sebuah teori imajiner yang mencoba mengilustrasikan raga manusia sebagai planet air yang dihuni oleh ruh/jiwa berwujud lumba-lumba yang ingin bebas lepas landas keluar dari planetnya menuju pencerahan.

Lagu “Fluida Dramatika” terinspirasi dari pengalaman mimpi yang tervisualisasi, cair, mengalir, dinamis, penuh kejutan, dan dramatis seperti dalam dunia khayalan, diikuti rasa dingin menggigil, tertegun, ceria, cemas, dan ketakutan yang menghampiri silih berganti dalam scene-scene yang absurd.

Layaknya para overthinker lainnya, Somnyfera juga menumpahkan karakternya dalam lagu “Ringan”, bercerita tentang petualangan berkendara malam lintas distrik. Lagu ini ditulis sebagai bentuk ajakan untuk pelan menikmati hidup, hirup udara bumi sepuasnya, tenang benderang, senyum manis dan lambaikan tangan pada aneka ria problematika duniawi.

Lagu “Adalah Kosmonot Purba Berasal dari Masa Depan yang Lain”, yang menjadi track penutup, berisi pertanyaan-pertanyaan perihal misteri dan fenomena alam semesta beserta isinya. (Far)

#Somnyfera #Musisi Indonesia #Lagu Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Antara Angkara', Dokumentasi Lima Tahun Temarram Bertumbuh dan Bereksplorasi
Perjalanan menuju Antara Angkara sebenarnya tidak diawali dengan sebuah keputusan besar bahwa album harus lahir pada tahun tertentu.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
'Antara Angkara', Dokumentasi Lima Tahun Temarram Bertumbuh dan Bereksplorasi
ShowBiz
'Na Para Bang', Lagu Mariah Deborah tentang Perasaan yang Tumbuh Diam-Diam
Lagu ini mengangkat kisah sederhana tentang seseorang yang diam-diam mulai memiliki perasaan romantis kepada sahabatnya.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
'Na Para Bang', Lagu Mariah Deborah tentang Perasaan yang Tumbuh Diam-Diam
ShowBiz
Eleanor Whisper Bicara soal Luka dan Penerimaan Lewat Single 'Ini Hal Biasa'
Eleanor Whisper merilis 'Ini Hal Biasa'. Lagu yang ditulis sejak 2024 ini menjadi pembuka album ketiga mereka pada 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Eleanor Whisper Bicara soal Luka dan Penerimaan Lewat Single 'Ini Hal Biasa'
ShowBiz
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'
Portura merilis FRAMES, mini album debut berisi lima lagu orisinal yang mengeksplorasi musik rock alternatif, keresahan sosial, dan pengalaman personal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'
Lifestyle
Penyanyi Olivia Rodrigo Tolak Gunakan Kecerdasan Artifisial Saat Bikin Karya
Olivia Rodrigo merilis album you seem pretty sad for a girl in love pada 12 Juni 2026. Album tersebut mengangkat perjalanan hubungan asmara pertamanya ketika ia mulai memasuki fase kedewasaan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Penyanyi Olivia Rodrigo Tolak Gunakan Kecerdasan Artifisial Saat Bikin Karya
Indonesia
Natania Karin Kembali Dengan Album Terbaru, Berkolaborasi Dengan Sal Priadi
Sebelas lagu dalam album ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Karin serta berbagai peristiwa yang ia saksikan dari orang-orang terdekat selama lima tahun terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Natania Karin Kembali Dengan Album Terbaru, Berkolaborasi Dengan Sal Priadi
ShowBiz
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
Gavendri memperkenalkan album kedua Sympathy/Empathy berisi 11 lagu tentang kehilangan, pertumbuhan, dan harapan, termasuk lagu 'On & On'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
ShowBiz
Sakinah Mawaddah Warahmah Rilis 'LAMBAT', Drama Keluarga Jadi Lagu Hardcore Punk
Sakinah Mawaddah Warahmah merilis 'LAMBAT', single hardcore punk yang mengangkat cerita sederhana tentang drama keluarga saat bersiap pergi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Sakinah Mawaddah Warahmah Rilis 'LAMBAT', Drama Keluarga Jadi Lagu Hardcore Punk
ShowBiz
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
Float merilis EP 'Constant Changes' bersama single 'Yang Kembali Pulih' yang membawa pesan tentang luka, keraguan, dan keberanian untuk bangkit.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
ShowBiz
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
Rendy Orthodoxy Chants menghadirkan dua sisi berbeda di 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago', ledakan amarah hingga kegelisahan menghadapi ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
Bagikan