Novel Jepang Hingga Misteri Alam Jadi Inspirasi EP Terbaru Somnyfera
Somnyfera lepas EP terbaru ‘Mantis Anggrek Pink’. (Foto: dok/Somnyfera)
MerahPutih.com – Unit indie rock asal Bandung, Somnyfera, akhirnya melepas EP terbaru mereka bertajuk ‘Mantis Anggrek Pink’ yang berisikan enam lagu.
Band beranggotakan ika Perdana (gitar, vokal), Aldi “Valchon” Hendrawan (bass, vokal, sitar), Rendy Pandita (drum, kibor), Sahid Maulana (gitar), dan Arman Marsudi (gitar) menampilkan pop/rock dan neo proressive era 90-an untuk EP terbarunya.
Tema yang diangkat pada album mini ini pun sangat beragam. Track “Senandung Pasifik Part 1 dan Part 2” yang terinspirasi dari novel berjudul Senandung Ombak karya penulis Jepang kontroversial, mendiang Yukio Mishima.
“Menceritakan sebuah drama muda-mudi, temali rasa antara seorang remaja nelayan miskin dan seorang gadis ranum putri seorang tuan di suatu pulau minor di tepi Pasifik blok Jepang,” ungkap Somnyfera dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/12).
Baca juga:
Cerita Di Balik EP Terbaru Caldera 'Rona Merah Pipi Tak Selalu Berarti Tersipu'
Aspek surealis yang diangkat oleh Somnyfera semenjak awal karirnya pun tetap bertahan, seperti pada track “Planetlvmba”, yang berisi sebuah teori imajiner yang mencoba mengilustrasikan raga manusia sebagai planet air yang dihuni oleh ruh/jiwa berwujud lumba-lumba yang ingin bebas lepas landas keluar dari planetnya menuju pencerahan.
Lagu “Fluida Dramatika” terinspirasi dari pengalaman mimpi yang tervisualisasi, cair, mengalir, dinamis, penuh kejutan, dan dramatis seperti dalam dunia khayalan, diikuti rasa dingin menggigil, tertegun, ceria, cemas, dan ketakutan yang menghampiri silih berganti dalam scene-scene yang absurd.
Layaknya para overthinker lainnya, Somnyfera juga menumpahkan karakternya dalam lagu “Ringan”, bercerita tentang petualangan berkendara malam lintas distrik. Lagu ini ditulis sebagai bentuk ajakan untuk pelan menikmati hidup, hirup udara bumi sepuasnya, tenang benderang, senyum manis dan lambaikan tangan pada aneka ria problematika duniawi.
Lagu “Adalah Kosmonot Purba Berasal dari Masa Depan yang Lain”, yang menjadi track penutup, berisi pertanyaan-pertanyaan perihal misteri dan fenomena alam semesta beserta isinya. (Far)
Bagikan
Berita Terkait
Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'
Dul Jaelani Kembali dengan Lagu Emosional 'Sebenarnya, Selamanya…', Simak Lirik Lengkapnya
Sundari Gasong Kembali dengan Single 'Sedih', Lagu Tentang Cinta Tak Terucap
Billkiss Tutup Album Perdana dengan Lagu Pop Ceria 'Maunya Kamu'
Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'
Alaska Sirait Tampilkan Sisi Reflektif Lewat 'Good For You', Berikut Lirik Lengkapnya
Cavetown Gandeng Chloe Moriondo di 'Sailboat', Potret Rapuh Cinta Baru Berbalut Chiptune
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave