Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nostalgia Gelang Karet Keseimbangan

Andrew FrancoisAndrew Francois - Senin, 25 April 2022
Nostalgia Gelang Karet Keseimbangan

Mengenang fenomena karet gelang keseimbangan. (Foto: Instagram/@powerbalance)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI jadi pemakluman bagi kaum rebahan meneruskan mager atau malas geraknya. Istilah kaum rebahan merujuk pada orang tanpa banyak aktivitas fisik atau hanya bermalas-malasan di rumah. Selama pandemi, lebih utama pada masa awal, anjuran dari pemerintah agar tidak keluar rumah untuk urusan non-esensial agar tidak menjadi bagian mata rantai penyebaran COVID-19 menjadi lampu hijau bagi kaum rebahan doing nothing.

Meski begitu, berbulan bahkan bertahun terus rebahan sementara makan dan mengudap camilan terus berlangsung membuat tak sedikit orang naik berat badannya. Selain itu, ada pula beberapa orang merasa jenuh seharian hanya mager di kasur atau sofa. Mereka berusaha mencari kesibukan terutama berkaitan dengan kegiatan fisik. Salah satu solusinya dengan workout. Meski begitu, kerinduan bisa kembali olahraga di ruang terbuka sempat meninggi karena selain 'cari keringat' juga butuh refreshing.

Kekangenan tersebut terbayar lunas setelah kini angka harian COVID-19 sudah melandai. Pemerintah melonggarkan kegiatan masyarakat di ruang terbuka meski tetap harus menaati protokol kesehatan. Pemandangan gelanggang olahraga, taman, dan lintasan lari kini sudah tampak diisi para penggemar 'bakar lemak' dengan pelbagai jenis olahraga.

Nah, berbicara olahraga, kamu masih ingat enggak sih di tahun 2000-an sempat populer gelang karet keseimbangan. Gelang nan di masanya sering disebut Gelang Power Balance tersebut disebut-sebut bisa bikin tubuh jadi seimbang. Gelang karet diproduksi perusahaan asal California, Amerika Serikat, tersebut diklaim dapat meningkatkan performa penggunanya.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Gelang Power Balance Ternyata Mampu Cegah Tertular COVID-19

Karet gelang keseimbangan kerap digunakan tim olahraga profesional. (Foto: Instagram/@powerbalance)

Gelang tersebut diproduksi Power Balance Technologies usungan Josh Radamel. Pada karet gelang tersebut terdapat dua buah hologram diklaim mampu meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot.

Uniknya, gelang tersebut di Indonesia banyak digunakan anak-anak sekolah dan tak jarang malah jadi aksesoris hingga barang fesyen dan mode. Entah betul-betul efektif atau tidak, nyatanya gelang karet tersebut tidak digunakan masyarakat Indonesia sebagai alat untuk meraih keseimbangan tubuh.

Anak-anak sekolah pada zaman itu malah menguji kekuatan karet gelang keseimbangan dengan cara nyeleneh seperti mengangkat satu kaki dan membuka lebar kedua tangan, dan mencoba mendapatkan keseimbangan mengandalkan sebuah karet gelang.

Baca juga:

Buat Lagi Yuk, Tali Panjang dari Gelang Karet

Karet gelang juga kerap digunakan anak-anak. (Foto: Instagram/@powerbalance)

Namun, bukannya jadi lebih mudah menyeimbangkan tubuh, metode pengujian tersebut malah membuat penggunanya seolah sedang melakukan kuda-kuda hingga mengundang teman-teman jadi tertawa terbahak-bahak dan bila gagal seimbang maka akan disoraki karet gelang digunakan palsu.

Penjualan gelang keseimbangan dari AS tersebut bisa dibilang cukup berhasil bahkan mampu merekrut atlet basket kenamaan AS saat itu Shaquille O'Neal sebagai bintang iklan dan duta merek atau brand ambassador.

Power Balance Technologies bahkan mampu menjual 300.000 karet gelang hanya pada tiga tahun pertama distribusinya hanya di Spanyol saja. Adapun sejumlah negara didistribusikan karet gelang tersebut seperti AS, Inggris, Italia, dan sejumlah negara eropa lainnya.

Nah, di masa pandemi melandai sudah banyak lagi orang berolahraga di luar ruangan, apakah kamu ingin menggunakan gerat karet keseimbangan sebagai pelepas rindu. (waf)

Baca juga:

Ketika Karet Gelang Menjadi Sebuah Pakaian

#Olahraga #Fashion #Tren Fesyen #April Tematik +62 Bicara Kangen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
FIP Bronze Banten 2026 Berakhir, Pasangan Spanyol dan Duet Jerman-Belanda Raih Gelar Juara
Sebanyak 141 pasangan ambil bagian dalam turnamen, terdiri dari 108 pasangan putra dan 34 pasangan putri.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
FIP Bronze Banten 2026 Berakhir, Pasangan Spanyol dan Duet Jerman-Belanda Raih Gelar Juara
Olahraga
NOC Indonesia Perkuat Safe Sport dan Kesetaraan Gender bagi Atlet
Langkah ini dilakukan NOC Indonesia mengikuti IWG Global Summit on Women & Sport 2026 di Birmingham, Inggris.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
NOC Indonesia Perkuat Safe Sport dan Kesetaraan Gender bagi Atlet
Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Berita
Atlet Indonesia Menginap di Kapal Pesiar saat Asian Games 2026, Persiapan Sudah Dimatangkan
Atlet Indonesia akan menginap di kapal pesiar selama Asian Games 2026. Hal itu diungkapkan CdM Asian Games 2026.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Atlet Indonesia Menginap di Kapal Pesiar saat Asian Games 2026, Persiapan Sudah Dimatangkan
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Makin Meriah, Influencer dan Pebasket Top Siap Turun ke Lintasan!
GRID Cardio Rush 2026 menggandeng influencer hingga pebasket top. Ajang lari ini akan digelar 2 Agustus 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
GRID Cardio Rush 2026 Makin Meriah, Influencer dan Pebasket Top Siap Turun ke Lintasan!
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Gabungkan Lari dan Konservasi, Targetkan 1.500 Bibit Pohon
GRID Cardio Rush 2026 akan kembali digelar. Event ini menggabungkan konsep lari dan konservasi dengan menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
GRID Cardio Rush 2026 Gabungkan Lari dan Konservasi, Targetkan 1.500 Bibit Pohon
Olahraga
Legislator Tanggapi Pengakuan Desak Made Rita, Minta Tata Kelola Dukungan Atlet Dievaluasi
Desak Made Rita mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas dalam ajang bergengsi tersebut. 

Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Legislator Tanggapi Pengakuan Desak Made Rita, Minta Tata Kelola Dukungan Atlet Dievaluasi
Olahraga
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
NOC Indonesia memanfaatkan program IVLP di Amerika Serikat untuk mempelajari sistem pembinaan atlet dan tata kelola olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Olahraga
Desak Made Rita Bersinar, Panjat Tebing Indonesia Bawa Pulang 4 Medali Kejuaraan Dunia
Tim panjat tebing Indonesia meraih satu emas, satu perak, dan dua perunggu di World Climbing Series Krakow 2026. Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil sebagai bintang dengan tiga medali.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Juli 2026
Desak Made Rita Bersinar, Panjat Tebing Indonesia Bawa Pulang 4 Medali Kejuaraan Dunia
Bagikan