Nissan Leaf EV Baru akan Hadir dengan Harga Sedikit Lebih Tinggi
Upgrade Nissan Leav Ev melambungkan harga jualnya. (Foto: Nissan)
NISSAN berhasil meraih kesuksesan besar di AS dalam penjualan mobil listik dengan harga yang terjangkau. Hal tersebut dapat terwuujut salah satunya berkat seri Nissan Leaf yang pertama kali dijual di AS pada 2010.
Mobil itu merupakan mobil listrik terlaris di AS hingga 2020, sampai pada akhirnya Tesla mengalahkannya. Meskipun Nissan terus memperbarui Leaf selama lebih dari satu dekade, mobil ini masih berada di generasi kedua, dan hanya menerima pembaruan kecil di 2023.
Memahami kebutuhan yang sangat mendesak akan pembaruan, Nissan pada pertemuan dealer Amerika Utara baru-baru ini, telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengerjakan Nissan Leaf generasi berikutnya dengan peningkatan yang signifikan.
Baca juga:
Menurut laman AutoNews, penyempurnaan pada Nissan Leaf generasi berikutnya memang akan menjadi bagian dari rencana ekspansi Nissan selama beberapa dekade ini. Nissan juga mengkonfirmasi bahwa Nissan Leaf generasi terbaru akan mengalami peningkatan 25% dalam jangkauan jarak tempuhnya.
Mengingat bahwa Nissan Leaf memiliki jangkauan jarak tempuh sejauh 212 mil atau kurang lebih 341 km, Mungkin pada pembaharuan yang akan datang jarak tempuh akan mencapai 265 mil atau kurang lebih 426 km.
Tak perlu dikatakan lagi, peningkatan jarak tempuh ini hampir pasti akan diaktifkan dengan menggunakan baterai yang lebih besar. Terdapat kabar kemungkinan Nissan Leaf generasi berikutnya akan memiliki model yang mirip dengan crossover Ariya.
Meskipun sebagian besar konsumen akan memaklumi upgrade tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan pada mobil ini, bersaing dengan dengan Chevrolet Bolt EV di kelas EV entry-level.
Meskipun Nissan menjadi merek pertama yang masuk ke ranah EV. Nissan telah tertinggal oleh para pemain baru. Fokus utama Nissan pada peta persaingan di segmen EV adalah untuk mempertahankan posisinya di segmen tersebut dan internal combustion engine (ICE)
Baca juga:
Nissan diketahui juga telah mengindikasikan kepada dealer di AS bahwa mereka berencana untuk meluncurkan sebanyak 27 kendaraan listrik di pasar AS sebelum akhir 2030. Mobil baterai-listrik akan menjadi mayoritas dari jajaran produk tersebut, dengan Nissan berencana untuk meluncurkan sebanyak 19 mobil listrik murni antara tahun 2025 dan 2030. Jajaran produk lainnya juga akan mencakup model hybrid.
Selain jajaran mobil listrik dan hybrid, Nissan juga mengindikasikan bahwa mereka tidak sepenuhnya mendukung pelepasan bisnis mobil ICE. Faktanya, dua kendaraan masa depan yang dipamerkan pada pertemuan dealer adalah mobil ICE, yakni Nissan Kicks generasi terbaru dan Nissan Murano.
Sebagian besar rencana EV Nissan untuk sisa dekade ini bergantung pada ambisi Nissan untuk mengembangkan baterai solid-state, yang akan direncanakan mencapai produksi percontohan pada 2024. (aqb)
Baca juga:
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia