Headline

New Delhi Dilanda Badai Debu, Polusi Udara Masuk Tingkat Berbahaya

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 15 Juni 2018
New Delhi Dilanda Badai Debu, Polusi Udara Masuk Tingkat Berbahaya

Seorang anak lelaki berlari dari badai debu di New Delhi, India. (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sejumlah wilayah di India dihantam badai debu. Selama beberapa hari belakangan Ibu Kota India New Delhi memberlakukan keadaan darurat lingkungan.

Pada Jumat (15/6) pihak berwenang di ibu kota India menghentikan semua pembangunan dan mengirim lebih banyak truk air untuk menyemprot jalan dengan harapan meningkatkan mutu udara kota itu, yang dilanda badai debu berhari-hari.

Tingkat mutu udara di Delhi, salah satu kota paling tercemar di dunia berdasarkan atas data Badan Kesehatan Dunia, berkisar dari "sangat tidak sehat" hingga "berbahaya" pada Jumat saat angin sepoi-sepoi tetap bertiup.

Badai debu di Kota New Delhi
Seorang pawang gajah menaiki gajahnya di sungai Yamuna pada sebuah hari yang panas di New Delhi, India (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi)

"Keputusan meningkatkan percikan, menghentikan kegiatan pembangunan berlaku hingga Minggu," kata pegiat lingkungan Sunita Narain di Twitter sesudah menghadiri pertemuan darurat, yang diselenggarakan petinggi kota itu, Anil Baijal.

"Pusatkan perhatian pada penanamanan pohon besar pada musim hujan ini," kata Narain.

Dataran tengah Asia selatan itu mengalami suhu sangat panas dan angin kencang, yang menimbulkan badai debu dahsyat pada tahun ini, tepat sebelum musim hujan dimulai.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Dewan Pengawas Pencemaran Pusat menyatakan angin itu meniupkan debu dari negara bagian gurun Rajasthan ke Delhi.

Masker penangkal debu di New Delhi
Seorang wanita menutupi dirinya dengan selendang dari terik matahari saat berjalan di siang musim panas di New Delhi, India (ANTARA FOTO/REUTERS/Saumya Khandelwal)

Warga, yang mengeluhkan masalah pernapasan, berbondong-bondong ke rumah sakit kota New Delhi.

"Penderita tanpa riwayat penyakit pernapasan mengeluhkan batuk dan pernapasan," kata Prashant Saxena, ahli paru-paru di rumah sakit sangat khusus Max Smart.

India adalah tempat 14 kota paling tercemar di dunia berdasarkan atas jumlah zarah di bawah 2,5 mikrogram ditemukan di setiap meter kubik udara.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Anies dan Sandi Kompak Bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi

#Polusi Udara #India #Gelombang Panas #Cuaca Panas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Penasaran kenapa cuaca panas hari ini terasa sangat menyengat? Cek penjelasan lengkap BMKG soal puncak kemarau, El Nino 2026, hingga efek aspal Jakarta!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Indonesia
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Rabu (7/10) Pagi Tidak Sehat, Masuk 5 Besar Terburuk Dunia
Kualitas udara Jakarta pada Rabu (7/10) pagi masuk kategori tidak sehat.
Yusuf Abdillah - Rabu, 07 Oktober 2026
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Rabu (7/10) Pagi Tidak Sehat, Masuk 5 Besar Terburuk Dunia
Dunia
Cuaca Panas Ekstrem Bahayakan Ibu Hamil dan Newborn
suhu panas ekstrem yang terjadi selama kehamilan makin terikat dengan kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat rendah, serta komplikasi maternal pada ibu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
  Cuaca Panas Ekstrem Bahayakan Ibu Hamil dan Newborn
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Jakarta masuk 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diketahui dari IQAir pada Sabtu (26/9) pagi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Indonesia
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta hari ini terpantau tidak sehat dengan polutan PM 2.5 yang lewati batas WHO. Cek update skor IQAir dan tips aman beraktivitas di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Indonesia
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Hati-hati saat keluar rumah! Kualitas udara Jakarta pagi ini masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat dua terburuk di dunia. Cek bahaya polusi dan solusi dari Pemprov DKI di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Indonesia
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Indonesia
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
Dunia
Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Jakarta dalam kerja sama multilateral, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
 Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Bagikan