Game

NetEase Akuisisi Developer 'Detroit Become Human'

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 06 April 2022
NetEase Akuisisi Developer 'Detroit Become Human'

NetEase akuisisi Quantic Dream untuk menggarap proyek 'Star Wars'. (Foto: Sony)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELIHAT potensi besar dari storytelling yang membuat Quantic Dream duduk sebagai nomini Game of the Year. NetEase ingin menghadirkan developer tersebut ke dalam studionya dalam penggarapan proyek terbaru. Quantic Dream, developer yang sukses dengan gim Detroit Become Human, Heavy Rain, dan Beyond Two Souls dikabarkan telah diproses oleh NetEase dalam kesepakatan akuisisi penuh.

Seperti yang dikutip dari laman Comic Book, memang menjadi gencaran terbesar bagi NetEase untuk membawa developer ternama ke dalam studionya. Termasuk kreator dari gim teranyar Yakuza Series, Toshihiro Nagoshi dan developer dari gim No More Heroes, Grasshoper Manufacture.

Baca Juga:

Daftar Gim Xbox Game Pass Bulan April

Apalagi untuk skala perusahaan asal Tiongkok, NetEase memiliki peningkatan dengan kolaborasi yang berkembang dengan Xbox dan PlayStation, akuisisi itu untuk memperkuat lineup dari gim yang mereka rilis.

NetEase akan mensiapkan dana sebesar-besarnya untuk melakukan akuisisi penuh hingga 100 persen pada Quantic Dream. Meskipun sebenarnya belum ada pernyataan resmi dari NetEase untuk akuisisi ini. Padahal perusahaan tersebut memang telah mengambil sebagian saham dari Quantic Dream pada 2019. Mengingat Detroit Become Human sedang hype. Tapi NetEase ingin kontrol penuh dalam pengembangan gim terbaru disana.

Baca Juga:

Rumor Terbaru Grand Theft Auto 6, Dua Saudara Kandung jadi Karakter Utama

gim
Quantic Dream sempat terlibat dalam kontroversi seksisme dan pemerasan karyawan (Foto: Sony)

Banyak proyek yang ternyata menjadi incaran NetEase untuk ikut kontrol Quantic Dream. Salah satunya adalah Star Wars Eclipse yang dipamerkan pada akhir 2021. Tapi besar kemungkinan penggarapan tersebut memang akan dialih tangankan oleh NetEase nantinya mengingat masih ada beberapa tahun untuk Quantic Dream rilis gim itu.

Memiliki kasus yang sama seperti Microsoft membeli Activision Blizzard. Quantic Dream sebelumnya memang memiliki permasalahan yang menjadi kontroversi di dunia gim pada beberapa tahun lalu. Developer itu sempat terlibat dalam kasus seksisme dan pemerasan karyawan dalam proyeknya.

Tapi dengan akuisisi NetEase, Quantic Dream bisa melepaskan kasus tersebut dan lebih berfokus dalam membuat gim. Dana besar sudah disiapkan oleh NetEase, demi membuat penggarapan Star Wars Eclipse berjalan dengan lancar dan dirilis pada waktu yang tepat. (dnz)

Baca Juga:

'Nobody Saves the World' Siap Tuju PlayStation dan Nintendo Switch

#Game #Gamers #Video Game
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

The love we take is equal to the love we make

Berita Terkait

Fun
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Panduan TheoTown pemula untuk membangun kota stabil dan cepat berkembang, mulai dari jalan, listrik, pajak, hingga dense zone.
ImanK - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
ShowBiz
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Simu Liu resmi membintangi film adaptasi game 'Sleeping Dogs' yang disutradarai Timo Tjahjanto. Kisah polisi undercover lawan Triad siap ke layar lebar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Lifestyle
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Gim ini menarik karena adegan pertarungan tangan kosong dan juga senjata apinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Fun
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Film Live-Action terbaru “Street Fighter” akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
ShowBiz
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Trailer perdana film Street Fighter dirilis di The Game Awards, menampilkan aksi Ryu dan Ken menuju Turnamen World Warrior. Tayang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Lifestyle
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Ajang IESF WEC 2025 ini dinilai sangat strategis untuk mematangkan tim
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan