Naik Kelas, Labuan Bajo Hadirkan Dua Destinasi Baru dan Siap Jamu Event Internasional
Labuan Bajo dengan dua destinasi baru siap naik kelas sambut event internasional. (Foto: Kemenparekraf RI)
SECERCAH surga di bumi, mungkin ungkapan yang tepat untuk mendeskripsikan Labuan Bajo, yang memiliki begitu banyak destinasi wisata alam nan indah. Dianugerahi berbagai destinasi wisata yang super cantik mulai dari Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, Air Terjun Cunca Wulang, dan masih banyak lagi.
Kini yang terbaru, menyusul perencanaan Kemenparekraf RI untuk membangun desa-desa wisata sebagai bagian dari upaya mendorong kebangkitan ekonomi, Labuan Bajo juga ikut berbenah dengan menghadirkan dua destinasi wisata baru yang bisa kamu kunjungi. Banyak juga spot foto yang instagrammable di dua tempat ini.
Salah satu yang paling menarik adalah Desa Wisata Wae Rebo. Desa ini memiliki julukan 'desa di atas awan' karena lokasinya yang berada di pegunungan Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga:
Kawasan Wisata Mawatu, Destinasi Wisata di Labuan Bajo
Karena letaknya yang berada di pegunungan, butuh waktu sekitar tiga jam berjalan kaki untuk sampai ke puncak desa Wae Rebo. Meski perjalanannya tidak mudah dan cukup panjang, namun kamu akan disuguhkan dengan pemandangan pepohonan rindang dan bunga anggrek hutan yang sejuk di mata.
Di desa ini kamu bisa melihat rumah-rumah adat yang berbentuk unik, dengan bentuk atap kerucut yang hampir tak bisa ditemukan di wilayah Indonesia lainnya. Uniknya, hanya ada tujuh rumah adat di Desa Wae Rebo yang tentunya instagrammable banget.
Selain itu, ada pula destinasi wisata baru lainnya, yakni Waterfront yang disebut-sebut menjadi salah satu ikon baru Labuan Bajo. Biasanya para wisatawan kerap berofoto di atas tangga-tangga Waterfront dengan latar belakang pantai dan gugusan pulau-pulau mungil di sekitar kota Labuan Bajo.
Banyak juga wisatawan yang memilih bersantai di Waterfront sambil menikmati kopi khas Manggarai yang kerap dijajakan oleh penjual kopi keliling. Kerennya, Waterfront ini akan menjadi tuan rumah bagi gelaran side event G20 yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang.
Baca juga:
5000 Pelaku Wisata Labuan Bajo Belajar Bahasa Inggris
"Kami juga mempersiapkan Waterfront City agar bisa digunakan untuk event entertainment dan MICE. Beberapa side event tidak resmi yang akan diselenggarakan oleh komunitas lokal juga akan diadakan selama G20 nanti. Seluruh perjalanan wisata bahari juga akan kami arahkan melalui Waterfront City Labuan Bajo," ungkap Shana Fatina, Direktur BOLBF (Badan Otoritas Labuan Bajo dan Flores), seperti dilansir Antara.
Pemerintah Pusat juga saat ini tengah mempersiapkan Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang akan membangun jalan dari Labuan Bajo menuju Tana Mori sebagai persiapan dalam menyambut gelaran ASEAN Summit 2023 mendatang.
Jalan itu nantinya akan membuat jarak dari Labuan Bajo menuju Tana Mori hanya memakan waktu satu jam. Jadi lebih efisien dan meningkatkan aksesibilitas ke lebih banyak destinasi wisata di Labuan Bajo, yang akan mendorong masyarakat daerah sekitar naik kelas secara sosial dan ekonomi. (waf)
Baca juga:
Tampung Pemimpin Dunia, 3 Hotel Mewah Dibangun di Labuan Bajo
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar