Nagoro, Desa Para Orang-Orangan Sawah

Ana AmaliaAna Amalia - Selasa, 09 Desember 2014
Nagoro, Desa Para Orang-Orangan Sawah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Travel- Kampung halaman pastinya akan menjadi tempat menyenagkan untuk sejenak merebakan badan setelah setahun penuh beraktifitas di kota. Para petani membajak sawah, kerbau-kerbau berendam di kubangan lumpur, gembala-gembala kambing berlarian di padang rumput hijau juga para ayah yang berjaga ronda di tengah malam. Mungkin itulah gambaran kampung halaman yang ada di benak anda.

Tapi gambaran kampung halaman yang hangat sama sekali tidak didapati Ayano Tsukimi (64), perempuan Jepang ini harus mendapati kampung halamannya mati tak berpenghuni.

Terletak di antara lembah-lembah di pulau Shikoku, desa Nagaro menjadi desa mati karena ditinggalkan penghuninya tahun demi tahun.

Puluhan tahun silam Nagoro adalah desa yang ramai, pendudknya banyak berprofesi sebagai petani dan tukang ternak, tapi kini Nagoro benar-benar mati hanya 35 orang yang masih menetap di desa itu.

Ayano Tsukimi membuat orang-orangan sawah untuk menghidupkan desanya kembali

Nagaro banyak ditinggalkan karena tempatnya yang terlalu terpencil, para anak-anak Nagaro yang branjak dewasa lebih memilih untuk tinggal di kota dan mengajak saudara juga orangtuanya ikut bersama karena itulah Nagoro sunyi senyam.

Bukan hanya ditinggalkan, Nagaro semakin “mati” juga diakibatkan karena gempa besar disusul Tsunami yang menyerang laut timur Jepang pada 2011 lalu. Sejak saat itu para pekerja pergi, sekolah ditutup, hingga akhirnya listrik pun berhenti menerangi Nagaro.

Ayano yang juga berasal dari Nagaro tinggal di Osaka, ia sangat sedih ketika mendapati desanya ditinggalkan, orang tua yang dulu ia kenal sudah banyak meninggal dan teman-teman sebayanya sudah pindah ke kota. Untuk itulah ia berusaha menghidupkan kembali Nagaro dengan boneka orang-oranan sawah.

Penduduk Nagoro yang merupakan orang-orangan sawah dalam situasi belajar di sekolah

Ide ini ia dapatkan ketika sedang bertani di desanya itu. Ia mencoba menakut-nakuti gagak dengan orang-orangan sawah yang ia buat mirip dengan ayahnya.

Sejak saat itulah Ayano membuat ratusan orang-orangan sawah yang ia buat mirip dengan penduduk Nagoro yang ia kenal di masa lalu.

Hal ini benar-benar berkerja, usaha Ayano menghidupkan Nagoro berhasil kini desa sunyi itu menjai tempat wisata. Banyak masyarakat Jepang tertarik karena melihat orang-orangan sawah yang seperti hidup dalam desa mati itu.

Para pendudk Nagoro dalam bentuk orang-orangan sawah

Meski terlihat seram dan menakutkan Ayano merasa sangat senang akan usahanya itu, ia menghidupkan kembali suasana sekolah dengan para siswa dan guru, para petani di sawah, para pembelah kayu di hutan dan lain sebagainya.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk mengunjungi desa unik satu ini? Silahkan datang ke pulau Shikoku, Jepang.

#Jepang
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Olahraga
Tunisia vs Jepang: Samurai Biru Diprediksi Gulung Elang Kartago, Laga ke-1000 Piala Dunia Bakal Jadi Saksi Pembantaian?
Jepang menatap laga penuh percaya diri setelah berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Belanda, lewat skor 2-2
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Tunisia vs Jepang: Samurai Biru Diprediksi Gulung Elang Kartago, Laga ke-1000 Piala Dunia Bakal Jadi Saksi Pembantaian?
Olahraga
Jepang-Belanda 2-2: De Oranje Kehilangan Poin Penuh di Depan Mata
Hasil seri ini membuat konstelasi persaingan lolos fase gugur menjadi sangat ketat bagi seluruh penghuni Grup F
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Jepang-Belanda 2-2: De Oranje Kehilangan Poin Penuh di Depan Mata
Olahraga
Prediksi Belanda vs Jepang Grup F Piala Dunia 2026: Peluang Menang, Head to Head dan Prakiraan Pemain
Pertandingan diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim berniat mengamankan tiga poin perdana demi mempermudah jalan menuju babak 16 besar
Angga Yudha Pratama - Minggu, 14 Juni 2026
Prediksi Belanda vs Jepang Grup F Piala Dunia 2026: Peluang Menang, Head to Head dan Prakiraan Pemain
Dunia
Nyali Besar Kapal Tanker Jepang Terobos Selat Hormuz Tanpa Bayar ke Iran
Keberhasilan ini menyusul langkah serupa oleh anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. yang juga menyelesaikan transit di Selat Hormuz
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Nyali Besar Kapal Tanker Jepang Terobos Selat Hormuz Tanpa Bayar ke Iran
Kuliner
Sake dari Luar Angkasa Terjual Rp 11 Miliar, Kemasannya cuma 100 Mililiter
Dassai bekerja sama dengan Mitsubishi Heavy Industries untuk melakukan fermentasi bahan sake di angkasa luar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Sake dari Luar Angkasa Terjual Rp 11 Miliar, Kemasannya cuma 100 Mililiter
Lifestyle
Maskapai Jepang Gunakan Robot untuk Operasional
Robot sebenarnya sudah digunakan di beberapa bandara di Jepang, termasuk untuk patroli keamanan dan layanan ritel.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
 Maskapai Jepang Gunakan Robot untuk Operasional
Dunia
Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Japan Meteorological Agency memperingatkan gempa dengan skala serupa dapat terjadi dalam sepekan mendatang.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
 Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Dunia
Gempa Jepang M 7,4 Guncang Timur Laut, Tsunami Diperkirakan Segera Tiba
Gempa Jepang magnitudo 7,4 mengguncang 20 April 2026 dan memicu tsunami hingga 3 meter. Warga pesisir Aomori dan Iwate dievakuasi segera.
ImanK - Senin, 20 April 2026
Gempa Jepang M 7,4 Guncang Timur Laut, Tsunami Diperkirakan Segera Tiba
Dunia
Layanan Kereta Cepat Disetop, PM Jepang Imbau Warga Mengungsi Antisipasi Tsunami
Jepang menangguhkan operasional layanan kereta cepat (Shinkansen) antara Tokyo dan Prefektur Aomori menyusul gempa besar sore tadi.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Layanan Kereta Cepat Disetop, PM Jepang Imbau Warga Mengungsi Antisipasi Tsunami
Dunia
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Gempa terjadi pukul 16.53 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, berpusat di perairan dekat Prefektur Iwate.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Bagikan