Muntaber Bikin Dehidrasi Berat, Ini 4 Cara Mengatasinya

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 28 Oktober 2024
Muntaber Bikin Dehidrasi Berat, Ini 4 Cara Mengatasinya

Ilustrasi penderita muntaber. (Foto: Pexel/Anna Shvets)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Muntaber merupakan penyakit yang membuat penderitanya mengalami dehidrasi berat yang dapat memicu komplikasi serius seperti gagal ginjal hingga koma.

Dilansir dari laman Siloamhospital, muntaber membuat peradangan pada dinding saluran pencernaan. Membuat penderitanya sering buang air besar tetapi juga kram perut, mual, dan muntah.

Nama lainnya gastroenteritis atau flu perut dan sering kali disamakan dengan diare. Kedua penyakit ini memang memiliki gejala utama yang sama, yaitu meningkatkan frekuensi BAB. Namun, perbedaan diare dan muntaber terletak pada penyebab infeksinya.

Muntaber disebabkan oleh virus jenis rotavirus dan norovirus. Namun juga karena infeksi bakteri penyakit tifoid dan disentri.

Muntaber terjadi karena Infeksi parasit. Efek samping obat-obatan dan paparan zat kimia atau racun.

Baca juga:

Muntaber Mengintai Anak saat Banjir, Atasi dengan Langkah Ini

Muntaber tergolong penyakit infeksius tinggi. Ia menular dari satu orang ke orang lain melalui beberapa hal.

Pertama melakukan kontak fisik dengan seseorang yang terkontaminasi virus atau kuman, misalnya dengan berjabat tangan.

Menular karena seseorang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah dari toilet atau mengganti popok anak.

Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus penyebab muntaber. Sering kali terjadi bila mengonsumsi makanan yang sama atau satu piring dengan penderita.

Dilansir dari laman Rumah Sakit Pusat Pertamina, ada beberapa hal yang dapat dilakukan mengatasi muntaber:

1. Minum banyak air

Dehidrasi adalah komplikasi serius muntaber. Minum air putih, oralit, atau jus buah segar untuk mengganti cairan yang hilang.

2. Makan makanan yang mudah dicerna

Makanlah makanan seperti nasi putih, sup, roti bakar, dan pisang. Hindari makanan pedas, berlemak, dan berserat tinggi.

3. Istirahat yang cukup

Tubuh membutuhkan energi untuk melawan muntaber. Pastikan tidur cukup dan menghindari aktivitas fisik yang berat.

4. Obat-obatan

Obat diare dapat membantu meredakan gejala BAB dan muntah. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat. (Tka)

#Muntaber #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan