DEPARTEMEN Perdagangan AS telah mengeluarkan perintah baru yang melarang warganya untuk mengunduh aplikasi berbagai video populer, TikTok dan WeChat mulai 20 September mendatang. Kebijakan yang akan mulai akhir pekan ini menadakan bahwa TikTok tidak bisa lagi diunduh di AS.
Pemerintah AS akan melarang warganya untuk mengunduh lewat aplikasi Apple atau Google.
Baca Juga:
Diputar Dimana-mana, 5 Lagu TikTok Ini Selalu Terngiang di Kepala
“Transasksi apapun yang dilakukan oleh siapa pun, atau yang terkait dengan properti apapun, tunduk pada yurisdiksi AS dengan ByteDance. Akan dilarang sejauh diizinkan berdasarkan hukum yang berlaku,” tulis perintah tersebut mengutip The Verge.
Mengutip laman Reuters, para pejabat mengatakan larangan unduhan baru TikTok masih dapat dibatalkan oleh Presiden Donald Trump sebelum berlaku pada Minggu malam. Pasalnya, pemilik TikTok, ByteDance, berlomba untuk mencapai kesepakatan mengenai nasib operasinya di AS.
Dalam praktiknya, siapa pun yang sudah mengunduh TikTok atau WeChat di gawai mereka bukan berarti menghilang secara tiba-tiba. Mereka masih bisa menggunakan aplikasi tersebut sampai November mendatang dan tidak akan mendapatkan pembaruan aplikasi.
“Presiden telah memberikan waktu hingga 12 November agar masalah keamanan nasional yang ditimbulkan oleh TikTok diselesaikan. Jika demikian, larangan dalam perintah ini dapat dicabut,” ujar Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross.
Baca Juga:
Dalam beberapa minggu terakhir, ByteDance sedang terlibat dalam pembicaraan dengan Microsoft dan Oracle. Mereka berencana membuat perusahaan baru yang bernama TikTok Global dan bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran AS tentang keamanan data penggunanya.
Awal bulan ini, Trump memicu negosiasi setelah menyerukan agar operasi di TikTok AS ditutup kecuali dijual ke perusahaan AS pada 15 September. Namun, pemerintah belum mencapai kesepakatan yang memenuhi semua persyaratannya.
“Kami telah berkomitmen pada tingkat transparasi dan akuntabilitas tambahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, jauh melampaui apa yang aplikasi lain ingin lakukan, termasuk audit pihak ketiga, verifikasi keamann kode, dan pengawasan pemerintah AS,” kata TikTok dalam sebuah pernyataan.
ByteDance kini setuju bekerjasama dengan mitranya di AS, Oracle, untuk menjaga operasi tetap berjalan di AS. Namun, Trump belum menandatangani kesepakatan itu. (and)
Baca Juga:

