Muhammad Egha, Arsitek Muda yang Kini Jadi Pengusaha Sukses

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Rabu, 15 Maret 2017
Muhammad Egha, Arsitek Muda yang Kini Jadi Pengusaha Sukses

Muhammad Egha (MP/Rizky Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Meski sempat jatuh bangun dalam membangun bisnis, Muhammad Egha tak pernah patah arang. Kini di usianya yang masih terbilang muda, dia berhasil membangun perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan arsitektur serta desain interior. Sejumlah penghargaan baik nasional maupun internasional pun sudah diraihnya.

Bermodal budget tiga puluh juta rupiah dan rumah kos-kosan sempit yang terletak tidak jauh dari kampusnya, pada tahun 2013 dia mendirikan Delution Design Revolution bersama Sunjaya Askaria, dan Hezby Ryandi, kedua sahabatnya semasa kuliah. Menyusul tahun 2014 mereka mendapat partner baru Fahmy Desrizal dari kampus yang sama.

“Sampai akhirnya saat bangun perusahaan itu, saya butuh partner. Saya pilih mereka itu, anak Binus (Bina Nusantara) juga. Mereka ini pernah jadi ketua dan wakil himpunan (arsitek) di bawah saya. Jadi kita ini sudah lama berorganisasi bareng, dari sejak kuliah itu kita bareng. Dari main bareng, nongkrong bareng, belajar bareng dan akhirnya kerja bareng. Sampai akhirnya bertiga bikin perusahaan bareng,” kata Egha kepada merahputih.com di kantornya, Bintaro, Jakarta Selatan.

Muhammad Egha (MP/Rizky Fitrianto)

Egha menjelaskan, semasa duduk di bangku kuliah dirinya banyak bertemu dengan hal baru, yang akhirnya membentuk karakter dan mentalnya saat ini. Dia pun mulai mengenal organisasi dan bahkan sempat menjadi Ketua Himpunan Jurusan Arsitek di Kampus Binus.

“Di Binus itu pertama kali kenal organisasi, dari mulai tidak mengenal apa-apa belajar dikit-dikit sampe jadi aktivis, akhirnya jadi Ketua Himpunan Arsitek. Karena biasa di organisasi, biasa aktif, biasa terjepit, biasa dikondisi sulit, akhirnya itu yang membentuk mental dan pola pikir saya sekarang ini,” ujarnya.

Di tangan Egha dan ketiga temannya, Delution Design Revolution, tumbuh menjadi perusahaan bergengsi. Kini omset dari perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan arsitektur dan desain interior ini mencapi Rp 20 miliar per-tahun. Dan Sejak berdiri 4 tahun lalu telah berhasil menggarap sejumlah proyek mulai dari rumah, vila dan kantor yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Kita udah nanganin beberapa klien, dari mulai perorangan sampe korporate. Kalau sekarang ada kantornya Bodyshop kita juga lagi kerjain, kantornya Traveloka kita juga lagi ngerjian, kantornya partai Golkar DKI Jakarta. Intinya klien kita seimbang antara korporat dan perorangan,” tukas Arsitek lulusan Universitas Bina Nusantara pada tahun 2012 ini.

Delution juga telah memperoleh beberapa penghargaan baik secara Nasional maupun Internasional, seperti Special Mention German Design Award 2016 yang diadakan German Design Council di Frankfurt, Best Design of The Year for Corporate Small Space kategori yang diadakan Asosiasi Desain Interior Internasional di Hongkong dan Finalis 2A Asia Architecture Awards yang diadakan 2A Magazine di Istanbul.

Design Kantor Advertising BBDO Jakarta yang mendapat award di Special Mention German Design Award 2016

“Yang paling membanggakan saat kita jadi juara di Hongkong itu. Karena itu purely kita satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Jadi itu kita menang dari banyak desainer dari seluruh Asia Pasifik. Ada dari Chicago, Meksiko, Taiwan, Jepang,” ucap Egha.

HAsil Karya Egha
Design Monumen Patung Yesus di Jayapura

Untuk Nasional Delution berhasil meraih juara 2 (2nd Award) pada Sayembara Monumen Patung Yesus di Jayapura yang diadakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia. Selain penghargaan, Project Delution juga telah terpublikasi oleh beberapa media dan jurnal internasional seperti Korea, China, Jermany, Perancis, Arab, Spanyol, dan Rusia. (Pon)

#Arsitektur Kolonial #Desain Interior #Desainer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Pameran John Galliano di The Met 2027 resmi dibatalkan. Temukan alasan mengejutkan di balik kontroversi masa lalu, serta keputusan dari Anna Wintour dan pihak museum
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fashion
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
JF3 2026 resmi digelar dengan tema Recrafted: Shaping the Future. Festival ini menghadirkan lebih dari 50 desainer dari Indonesia hingga Eropa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
Olahraga
AC Milan Kembali ke Era Setelan Jas Elegan Bersama Boggi Milano, Tinggalkan Gaya Streetwear Off-White
Langkah strategis ini bukan sekadar pergantian sponsor busana biasa, melainkan perombakan citra publik organisasi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
AC Milan Kembali ke Era Setelan Jas Elegan Bersama Boggi Milano, Tinggalkan Gaya Streetwear Off-White
Fashion
ESMOD Jakarta Open Campus 25 April 2026, Kesempatan Eksplorasi Karier di Industri Fashion
ESMOD Jakarta gelar Open Campus 25 April 2026. Eksplorasi pendidikan fashion internasional, peluang karier, hingga info beasiswa terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
ESMOD Jakarta Open Campus 25 April 2026, Kesempatan Eksplorasi Karier di Industri Fashion
Lifestyle
Tren Lebaran 2026: Minat Mudik Turun, Generasi Muda Mulai Rayakan Idul Fitri di Rumah Sendiri
Tradisi Lebaran mulai berubah. Survei menunjukkan minat mudik Lebaran 2026 menurun, sementara banyak generasi muda memilih merayakan Idul Fitri di rumah sendiri.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Tren Lebaran 2026: Minat Mudik Turun, Generasi Muda Mulai Rayakan Idul Fitri di Rumah Sendiri
Fashion
Jakarta Fashion Week 2026: Merayakan Warisan Gaya dan Regenerasi Desainer Tanah Air
JFW 2026 menampilkan lebih dari 100 desainer dan label terkemuka tanah air.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Jakarta Fashion Week 2026: Merayakan Warisan Gaya dan Regenerasi Desainer Tanah Air
Fashion
Plaza Indonesia Fashion Week 2025: Surat Cinta untuk Mode Lokal
PIFW 2025 jadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Plaza Indonesia sebagai kiblat mode di ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Agustus 2025
Plaza Indonesia Fashion Week 2025: Surat Cinta untuk Mode Lokal
Fashion
Megakultura Jakarta: Selebrasi Keberagaman Budaya di Indonesia Fashion Week 2025
Gelaran ini merupakan respons para desainer terhadap ragam kultur nan bersentuhan di Jakarta kemudian membentuk identitas khas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Juni 2025
Megakultura Jakarta: Selebrasi Keberagaman Budaya di Indonesia Fashion Week 2025
Bagikan