MerahPutih.com - Mudik Lebaran 2026 sudah di depan mata. Jutaan orang diperkirakan akan melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, meminta pemerintah memastikan kesiapan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau menjelang arus mudik.
“Kalau ke depan kita akan mudik ke Lebaran, maka pemerintah harus siapkan transportasi yang aman dan nyaman. Karena mudik Lebaran ini akan menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Abdul Hadi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (22/2).
Baca juga:
1,5 Juta Tiket Mudik Ludes! Kereta ke Purwokerto dan Surabaya Jadi Rute Favorit
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mendorong pemerintah memberikan dukungan ekonomi melalui subsidi tiket transportasi, sekaligus memperluas program mudik gratis.
“Kami meminta pemerintah menyiapkan subsidi tiket bagi masyarakat, baik tiket pesawat, kereta api, maupun bus. Bahkan kalau bisa, program mudik gratis diperbanyak karena hal ini sangat ditunggu oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurut Abdul Hadi, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan sekitar 140 juta orang melakukan perjalanan mudik menggunakan berbagai moda transportasi. Jumlah tersebut menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat saat periode Lebaran.
Baca juga:
Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal DIbuka 22 Februari, Cek Kota Tujuan dan Syarat Lengkapnya!
Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, DPR Minta BPJT Segera Perbaiki Jalan Tol Berlubang
Dengan tingginya jumlah pemudik, pemerintah diminta memastikan seluruh armada transportasi—baik darat, laut, maupun udara—dalam kondisi layak operasi.
Abdul Hadi menyoroti masih ditemukannya kendaraan yang tidak layak namun tetap beroperasi, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Ia meminta pemerintah memastikan tidak ada alat transportasi bermasalah saat musim mudik.
“Karena sebelumnya masih ditemukan bus dan kapal laut yang tidak layak jalan, bahkan mengalami gangguan di tengah perjalanan yang membuat masyarakat panik,” tegasnya. (Knu)