MerahPutih.com - Penantian panjang selama 25 tahun akhirnya terjawab. Indonesia bisa kembali menjadi tuan rumah ajang balap paling bergengsi di dunia, yakni MotoGP.
Pada 18-20 Maret nanti, Marc Marquez Cs bakal mengaspal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ajang ini menjadi pengobat rindu pubik Tanah Air untuk bisa melihat langsung ajang MotoGP dari dekat.
Baca Juga
Menteri Sandiaga Sebut Ajang MotoGP Mandalika Serap 6.900 Tenaga Kerja
Jauh sebelumnya, saat kelas tertinggi balap motor masih bernama 500cc, Indonesia pernah menjadi tuan rumah. Pada Tahun 1996-1997 silam, digelar balap motor dunia di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor. Saat itu, kelas balapan masih 500cc, 250cc, dan 125cc. Ketiga kelas tersebut kini berubah menjadi MotoGP, Moto2, dan Moto3.
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengatakan, hadirnya kembali ajang balap motor internasional di Indonesia menunjukkan kecanggihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membuat satu kebijakan.
Menurutnya, ajang balap MotoGP di Mandalika ini menjadi satu pilihan yang tepat untuk mengisi ruang publik yang lagi kosong. Sebab, selama dua tahun terakhir, terjadi stagnasi akibat pandemi COVID-19.
"Tidak ada kegiatan hobi, tidak ada kegiatan seni, tidak ada kegiatan kerumunan dan keramaian. Pilihan Ajang MotoGP Mandalika ini luar biasa efektif. Inilah ketepatan dalam memilih kebijakan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/3).
Pria yang karib disapa Cak Imin ini menuturkan, tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin yang mencapai 73,9% berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dirilis belum lama ini, tidak lepas dari ketepatan Jokowi dalam mengambil sejumlah kebijakannya.
"Tingkat kepuasan publik tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sejak survei serupa pada masa-masa awal pemerintahan Jokowi pada 2015 lalu," ujar Ketum Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Menurutnya, Jokowi juga cukup canggih dalam membuat glorifikasi atas berbagai kebijakan yang diambil. Dalam kasus balap MotoGP, misalnya, langkah Jokowi mengundang Marc Marquez Cs di Istana Merdeka, Jakarta, lengkap dengan sepeda motor yang akan digunakan saat ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, adalah bentuk glorifikasi dari gelaran MotoGP.
”Jadi, tidak hanya di Mandalika, Pak Jokowi juga menghadirkan para pembalap MotoGP beserta sepeda motornya ke Istana Negara, kemudian melakukan parade di jalanan Ibu Kota. Glorifikasi seperti ini bisa memunculkan kebahagiaan masyarakat. Ini penting,” tuturnya.
Baca Juga
Tawa Ketua MPR dan Menteri Saat Jokowi Urung Ngaspal Bareng Pembalap MotoGP
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengajak para pembalap MotoGP menikmati wedang jahe di Istana Merdeka, berfoto dengan kostum balap, dan juga berbincang santai dengan para pembalap.
”Dan, saya lihat para pembalap MotoGP juga sangat menikmati momentum bersama Presiden Jokowi. Saya nggak tahu pasti, tapi ini mungkin tidak ada dalam ajang MotoGP di negara-negara lainnya,” katanya.
Dikatakan Cak Imin, glorifikasi yang luar biasa sebelumnya juga dilakukan Jokowi ketika Indonesia menjadi tuan rumah ajang Pesta Olahraga Asia (Asian Games) 2018 silam. Saat itu, acara opening ceremony digelar sangat meriah dan mengundang perhatian dunia.
”Inilah salah satu yang menarik dari Pak Jokowi, ada glorifikasi dari kebijakan-kebijakan yang diambil. Ada glory-nya, ada happy-nya, ada tepuk tangannya, dan juga terasa, langsung dirasakan rakyat. Disitu salah satu titik lebih Pak Jokowi,” pungkasnya. (Pon)
Baca Juga