MotoGP Gelar Sprint Race Mulai 2023
MotoGP adakan sprint race di setiap pekan balap musim 2023. (Foto: MotoGP)
DORNA selaku regulator kompetisi balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, baru saja mengumumkan bahwa musim 2023 akan menghadirkan format balapan baru. Adalah format sprint race, yang akan ditambah ke jadwal pada hari Sabtu, di setiap pekan balap pada 2023.
Format balapan seperti itu sejatinya bukan barang baru di dunia motorsport, sebab Formula 1 sudah lebih dulu menggunakan format sprint race di pekan balap mereka. Namun ada sejumlah perbedaan yang cukup signifikan antara yang diterapkan di Formula 1 dan MotoGP.
Formula 1 tidak menerapkan format sprint race di setiap pekan balap mereka, melainkan hanya di beberapa sirkuit tertentu saja. Selain itu, format sprint race pada Formula 1, akan menetapkan susunan start untuk balapan sesungguhnya yang digelar pada hari Minggu.
Baca juga:
Begini Spesifikasi Motor MotoGP, Bisa Tembus 350 km/jam
Artinya, sprint race di MotoGP hanya untuk menambah jadwal sesi pada hari Sabtu saja. Alasannya karena MotoGP melihat adanya pengurangan jumlah penonton yang cukup drastis mulai musim 2022 ini. Presiden FIM Jorge Viegas menegaskan bahwa sejumlah detail lainnya masih dibahas dengan tim dan pembalap.
"Kami berpikir setelah dua tahun karena COVID-19, kita semua telah melakukan pengorbanan untuk menjaga kejuaraan yang sangat penting ini. Sekarang saatnya untuk memberikan lebih banyak eksposur di TV, tetapi juga kepada penonton. Kami membutuhkan lebih banyak penonton, kami membutuhkan pertunjukan yang lebih baik, dan kami perlu mengisi hari Sabtu," ungkap Viegas seperti yang dilaporkan Motorsport.
Beberapa detail yang belum diungkapkan adalah berapa besaran poin yang akan diterima pembalap dalam format sprint race itu. Sebab, pada gelaran Formula 1, ada besaran poin tertentu untuk delapan pembalap yang finis paling awal, dengan juara sprint race F1 menerima delapan poin.
Diadakannya sprint race memang mungkin akan membuat pekan balap jadi lebih menarik, sebab dengan durasi balapan yang lebih singkat, pembalap bisa memacu motor dengan mode mesin yang lebih kencang dan menggunakan kompon ban soft, sehingga adu kecepatan di lintasan bisa terjadi lebih sengit.
Baca juga:
Gim MotoGP 22 Segera Rilis
Selain itu, belum terungkap pula berapa persen atau berapa putaran format sprint race akan dijalankan pada gelaran MotoGP. Pada Formula 1, sprint race diadakan dengan total jarak tempuh sejauh 100 km atau sekitar setengah jam.
Tentu terdapat pro dan kontra di sejumlah pembalap terkait keputusan sprint race itu. Fabio Quartararo misalnya, yang menganggap ide memasukkan format sprint race ke jadwal hari Sabtu sebagai ide bodoh. Ia menyoroti regulator yang tidak meminta pendapat pembalap terlebih dahulu.
Sementara, pembalap Suzuki Joan Mir mengaku ia turut senang dan menyambut baik hadirnya sprint race. Mir melihat kehadiran sprint race pada hari Sabtu akan membuat pertunjukan lebih menarik dan lebih banyak hiburan ketimbang hanya sekadar kualifikasi saja. (waf)
Baca juga:
Dari Paling Tinggi hingga Terendah, Segini Bayaran Pembalap MotoGP
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Catat Kalender Lengkap Sirkut Mandalika 2026! VR46 di Awal Tahun Hingga IndonesianGP Oktober
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Mengusung Filosofi Travel+, JETOUR T2 Siap Jadi Partner Adventure di Indonesia
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
5 Mobil SUV yang Meluncur di GJAW 2025, Ada Suzuki Grand Vitara hingga BJ30 Hybrid FWD