Monumen Kapal Lampulo, Saksi Bisu Dahsyathya Tsunami Aceh
Monumen Kapal Lampulo di Aceh mengingatkan akan dahsyatnya tsunami di 2004. (foto: instagram/acehtorismtravel)
Merahputih.com - Bencana tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun silam menyisakan kengerian. Kapal nelayan Lampulo menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana alam yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004. Monumen Kapal Lampulo menjadi ikon sekaligus pariwisata edukatif terkait bencana tsunami Aceh.
Bencana tsunami besar itu terjadi sekitar pukul 07.50 WIB disertai kekuatan gelombang gempa 9,3 Skala Richter (SR), dan memicu sejumlah efek kerusakan parah di kawasan dekat titik gempa sekitar 157 kilometer barat Kota Meulaboh dengan kedalaman 10 kilometer di bawah dasar laut mengalami tsunami.
Baca juga:
Belajar dari Aceh 20 Tahun Silam, Ini Persiapan Siaga Ketika Terjadi Tsunami
Monumen Kapal Lampulo terletak di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Cerita kapal Kampulo menjadi ikonik sebab ia terdampar akibat arus tsunami yang ketinggiannya mencapai 30 meter, dengan kecepatan gelombang mencapai darat 800 kilometer per jam.
Kapal Lampulo terdampar di atas atap rumah warga lokal. Kapal besar itu memiliki bobot 65 ton, dengan panjang 25 meter, dan memiliki lebar 5,5 meter. Kapal Apung Lampulo kontruksinya dibuat dari kayu, bagian bawah kapal di cat dengan warna hitam, dan badan kapal dicat warna perak. Sementara beberapa dinding kapal sudah kelihatan lapuk.
Baca juga:
Smong, Kearifan Lokal yang Selamatkan Banyak Nyawa saat Tsunami 2004
Kapal Lampulo kini dijadikan sebagai lokasi wisata edukasi. Jika berkunjung ke sini akan dijelaskan berbagai macam informasi terkait sejarahnya. Salah satunya, sebuah plakat yang ditulis dalam tiga bahasa: Aceh, Indonesia, dan Inggris.
Plakat ini dirancang oleh tim Bustanussalatin dan bantuan recovery Aceh-Nias Trust Fund Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).
Pada plakat itu ditulis kalimat panjang bagaimana krononologi kapal sampai ke atap. Disebutkan berkat kapal ini 59 orang terselamatkan pada kejadian itu.
Pengunjung tidak dipungut biaya jika ingin mengunjungi dan masuk ke lokasi objek wisata Kapal Lampulo. Di sana ada sebuah kotak amal, dan pengunjung bisa memberikan sumbangan seikhlasnya. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Prabowo Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional Dikerahkan Tangani Bencana Alam di Sumatra yang Tewaskan Ratusan Orang
Semua Kota Kabupaten Aceh Terdampak Bencana: 35 Tewas, 25 Hilang, Pengungsi 4.846 KK
DPR Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional di Aceh, Total 46 Ribu Jiwa Terpaksa Mengungsi Massal
Gempa Magnitude 6,3 Guncang Aceh, BMKG Sebut Pergerakan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia
Hampir Seribu Rumah Terendam Banjir, Warga Aceh Timur Tunggu Evakuasi di Atap
Bayangan Menbud Fadli Zon Saat Revitalisasi Benteng Indrapatra Aceh Kelar
Raker Menkopolkam Djamari Chaniago dengan Baleg DPR Bahas RUU Pemerintah Aceh
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Persilahkan Aceh Melepaskan Diri dari NKRI
Fenomena Shearline Picu Hujan Lebat Disertai Petir di Pantai Barat Selatan Aceh, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Gempa M 6,7 Lepas Pantai Sanriku, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami Sore Tadi