Modus Sindikat Eksploitasi PRT Asal Indonesia di Malaysia

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Mei 2023
Modus Sindikat Eksploitasi PRT Asal Indonesia di Malaysia

Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono (tengah) menjenguk pekerja rumah tangga asal Banyuwangi yang disiksa oleh majikannya. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Departemen Imigrasi Malaysia menyelamatkan sepuluh warga negara Indonesia (WNI) dari sindikat eksploitasi Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan tenaga kebersihan dalam operasi khusus di dua lokasi di sekitar Temerloh, Pahang, Malaysia.

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia Ruslin Jusoh mengatakan dalam operasi khusus malam hari itu mereka berhasil menyelamatkan sepuluh orang perempuan WNI berumur antara 23 hingga 50 tahun dengan izin lawatan sosial yang sudah habis, yang diduga menjadi korban eksploitasi sindikat PRT dan tenaga kebersihan.

Baca Juga:

Tiongkok Minta Bantuan Asing Selamatkan 39 Awak Kapal Tenggelam, 17 di Antaranya WNI

Imigrasi Malaysia menahan seorang perempuan WNI berusia sekitar 30 tahun dengan izin lawatan sosial yang juga sudah habis, yang diduga menjadi penjaga WNI korban eksploitasi PRT tersebut.

Sedangkan pada operasi di lokasi agen pekerja lainnya, berhasil menahan seorang perempuan berusia 40 tahun yang merupakan pemilik perusahaan agen tenaga kerja yang membawa masuk semua warga asing tersebut, dan diduga yang mengurus sindikat tersebut.

Modus operandi sindikat itu ialah menggunakan perempuan warga negara asing untuk bekerja sebagai PRT dan tenaga kebersihan di rumah yang telah ditentukan oleh sindikat.

Pemilik rumah yang berminat untuk mendapatkan pelayanan tersebut akan menghubungi agen tenaga kerja dan akan mengatur tanggal juga waktu bekerja, termasuk mengantar serta mengambil mereka setelah selesai bekerja.

Berdasarkan hasil interogasi dari semua korban, mereka tidak pernah mendapat gaji secara langsung dari sindikat tersebut. Selain itu, menurut dia, kebebasan mereka dibatasi seperti libur kerja dan juga penggunaan telepon genggam untuk menghubungi keluarga di negara asal.

Biaya untuk mendapatkan layanan dari sindikat tersebut yaitu 150 ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 487 ribu hingga RM 250 atau sekitar Rp 811 ribu untuk satu hari.

Sindikat itu sudah beroperasi selama dua tahun dan diduga meraup keuntungan RM 900.000 atau sekitar Rp 2.92 miliar setahun dari hasil bayaran mendapatkan PRT dan tenaga kebersihan.

Seluruh WNI yang diselamatkan itu ditempatkan di Depot Imigrasi Putrajaya untuk tindakan penyelidikan lebih lanjut karena diduga melakukan kesalahan di bawah Undang-undang Imigrasi 1959/63 dan Peraturan-Peraturan Imigrasi 1963.

Sedangkan perempuan pemilik agen tenaga kerja yang ditahan telah dibebaskan dengan jaminan polisi setelah selesai penyelidikan. (*)

Baca Juga:

#Buruh Migran #WNI #Malaysia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Terima Peran Dadakan di 'Peluru Senja', Azman Al Idrus Ngaku Beradegan tanpa Stuntman
Azman mengatakan ia mengusulkan peningkatan koreografi agar adegan pertarungan dalam film tersebut terasa lebih menegangkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Terima Peran Dadakan di 'Peluru Senja', Azman Al Idrus Ngaku Beradegan tanpa Stuntman
ShowBiz
Cerita Azman Al Idrus Bintangi 'Peluru Senja', Dadakan tanpa Workshop
Azman bergabung saat tim produksi masih membutuhkan pemeran utama.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Cerita Azman Al Idrus Bintangi 'Peluru Senja', Dadakan tanpa Workshop
ShowBiz
Film 'Peluru Senja' Syuting 26 Hari di Hutan demi Cerita Perang Malaya 1948
Film sejarah yang berlatar era Perang Malaya pada 1948 ini mengeksplorasi konflik setelah Perang Dunia II melalui sudut pandang penderitaan rakyat dan mantan prajurit.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Film 'Peluru Senja' Syuting 26 Hari di Hutan demi Cerita Perang Malaya 1948
Indonesia
Anggota Dewan Malaysia ‘Sentil’ Prabowo Pakai Bahasa Jawa, biar Ngerti Persoalan Karhutla Serius
Ia mengatakan karhutla di Indonesia telah menyebabkan Malaysia diselimuti asap dan kesehatan warga terganggu.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Anggota Dewan Malaysia ‘Sentil’ Prabowo Pakai Bahasa Jawa, biar Ngerti Persoalan Karhutla Serius
Indonesia
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Gelombang demo pelajar di Paris berujung kerusuhan. Kemlu dan KBRI Paris imbau WNI waspada, hindari kerumunan, dan rilis nomor hotline darurat!
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Oktober 2026
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Dunia
Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional
Pihak Malaysia menyebut memprioritaskan kepentingan dan kesehatan masyarakat tanpa memengaruhi hubungan bilateral.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional
Indonesia
2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, KBRI Ingatkan Sanksi Berat Penyebar Foto Rudal dari Kerajaan Saudi
Dua WNI terluka akibat serangan Houthi di Bandara Riyadh. KBRI ingatkan sanksi pidana berat dari Saudi jika nekat sebar foto/video rudal!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, KBRI Ingatkan Sanksi Berat Penyebar Foto Rudal dari Kerajaan Saudi
Indonesia
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
WNI di Arab Saudi diimbau agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
Indonesia
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Pada Jumat (2/10) pukul 01.11 waktu Malaysia, MKA diamankan Tim E3 Special Branch PDRM Bukit Aman bersama IPK Selangor dan IPD Sungai Buloh.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Berita Foto
Kalahkan Vietnam 1-0, Malaysia Raih Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Selebrasi pemain Timnas Malaysia usai menang melawan Vietnam dalam FIFA Asean Cup 2026 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 05 Oktober 2026
Kalahkan Vietnam 1-0, Malaysia Raih Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Bagikan