MK Korsel Siap Gelar Sidang Perdana Pemakzulan, Yoon Suk-yeol tak Hadir karena Alasan Keamanan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Januari 2025
 MK Korsel Siap Gelar Sidang Perdana Pemakzulan, Yoon Suk-yeol tak Hadir karena Alasan Keamanan

Presiden Yoon Suk-yeol kena cekal, dilarang meninggalkan Korea Selatan. (foto: youtube/KBS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MAHKAMAH Konstitusional Korea Selatan akan menggelar sidang perdana kasus pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol pada Selasa (14/1). Suk-yeol dikabarkan akan absen karena alasan keamanan pribadi. Sidang ini dijadwalkan pada pukul 14.00, tepat sebulan setelah Majelis Nasional Korea Selatan melakukan pemungutan suara untuk memakzulkan Suk-yeol. Presiden Korea Selatan itu dimakzulkan karena penerapan darurat militer yang kontroversial pada 3 Desember 2024.

Suk-yeol, yang saat ini tengah dibebastugaskan, dipastikan tidak hadir di sidang pertama ini karena kekhawatiran atas keselamatan pribadinya. Hal itu terkait dengan upaya penyelidik untuk menangkapnya atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan dekrit darurat militer yang ia terbitkan.

Sidang pertama ini diharapkan akan berlangsung dengan cepat mengingat ketidakhadiran Suk-yeol. Sesuai dengan hukum yang berlaku, jika Suk-yeol kembali tidak hadir dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan pada Kamis (16/1), pengadilan dapat melanjutkan proses pembacaan hasil tanpa kehadirannya.

Dalam persidangan kali ini, pengacara Suk-yeol telah mengajukan permohonan untuk mengecualikan salah satu dari delapan hakim konstitusional, yaitu Chung Kye-sun. Mereka beralasan bahwa latar belakang Kye-sun sebagai pemimpin sebuah lembaga riset hukum progresif dapat merugikan peluang untuk mendapatkan keputusan yang adil dalam persidangan ini. Keputusan mengenai permohonan tersebut diperkirakan akan diumumkan pada sidang Selasa ini.

Baca juga:

Yoon Suk Yeol Ingin Bantu Korban Kebakaran Los Angeles Walau Dimakzulkan, Minta Pemerintah Korsel Segera Kirim Bantuan



Mahkamah Konstitusional memiliki waktu 180 hari untuk memutuskan apakah pemakzulan Suk-yeol akan diterima atau ditolak, terhitung sejak mereka menerima kasus ini pada 14 Desember 2024. Jika keputusan pemakzulan diterima, Suk-yeol akan diberhentikan dari jabatannya dan pemilu presiden dadakan akan dilaksanakan dalam waktu 60 hari. Sebaliknya, jika pemakzulan ditolak, ia akan dipulihkan kembali ke posisinya sebagai presiden.

Sidang ini bukan hanya menjadi sorotan di dalam negeri, melainkan juga menarik perhatian internasional, mengingat dampaknya yang akan menentukan masa depan politik Korea Selatan dalam waktu yang sangat singkat.(dwi)

Baca juga:

Yoon Suk-Yeol Siap Penuhi Panggilan MK Korea Selatan, akan Terima Keputusan Apapun

#Korea Selatan #Yoon Suk Yeol
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Para jaksa khusus menggambarkan deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Para jaksa khusus menyebut deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Indonesia
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Pemerintah Korea Selatan menilai tindakan Sugianto sebagai bentuk kemanusiaan luar biasa yang dilakukan tanpa pamrih, meski dengan risiko besar terhadap keselamatan diri.
Frengky Aruan - Minggu, 04 Januari 2026
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
ShowBiz
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Film pendek Natal Shin Wooseok’s Urban Fairy Tale: The Christmas Song Part 1 resmi dirilis. Dibintangi Karina aespa, Jang Wonyoung, hingga Byeon Woo Seok.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Fashion
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
JF3 Fashion Festival mewujudkan visi Recrafted: A New Vision demi mengangkat kreativitas dan keahlian tangan Indonesia ke tingkat global melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Indonesia
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Menyebut Korea bangsa yang tangguh.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Indonesia
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Hal ini disampaikan saat meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia, pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara di Cilegon
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Indonesia
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Oktober 2025
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Dunia
KTT APEC Bakal Hasilkan Deklarasi Gyeongju Dan Kesepakatan Kecerdasan Artifisial
Pemimpin APEC akan membahas upaya menjadikan kawasan Asia-Pasifik lebih terbuka, dinamis, dan tangguh dalam diskusi itu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Oktober 2025
KTT APEC Bakal Hasilkan Deklarasi Gyeongju Dan Kesepakatan Kecerdasan Artifisial
Bagikan