Mitos dan Fakta Seputar Satwa, Buaya Tidak Berbahaya?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 02 Maret 2022
Mitos dan Fakta Seputar Satwa, Buaya Tidak Berbahaya?

Gajah jago lari. (Foto: Pexels/Roger Brown)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUNIA hewan penuh dengan keajaiban dan dongeng. Dengan meluasnya kisah tentang mereka, setiap makhluk memiliki fakta dan mitos yang terkadang sulit untuk dilupakan.

Semua stereotip ini didasarkan pada budaya kuno, cerita anak-anak, atau kartun, tetapi banyak di antaranya tidak memiliki dasar kebenaran. Berikut fakta sebenernya tentang hewan yang sulit dipercayai.

Baca Juga:

Atraksi Hewan Itu Menghibur, Tapi. . .

1. Buaya tidak berbahaya

Buaya tidak menakutkan. (Foto: Pexels/Rene Ferrer)

Meski terdengar aneh, Oceana mengungkapkan bahwa sebagian besar spesies buaya tidak terlalu berbahaya. Alih-alih menerkam, faktanya, mereka lebih memilih untuk menjauh dari manusia daripada berhadapan dengan mereka.

Spesies yang dikenal memangsa manusia hanya dua yakni buaya Nil dan buaya air asin. Dua jenis buaya itu harus dihindari dengan cara apa pun. Mereka dapat ditemukan di Afrika Sub-Sahara, Asia Tenggara, Australia, Nugini, dan Kepulauan Solomon.

2. Semut tidak serajin yang dibayangkan

Semut pemalas. (Foto: Pexels/Poranimm Athithawatthee)

Citra semut pekerja keras telah bertahan selama berabad-abad karena dongeng dan cerita pendek yang telah kita dengar sejak kita masih kecil. Namun, kepercayaan populer ini perlu dipertimbangkan kembali karena tidak semua semut pekerja keras.

Baca Juga:

10 Alasan Mengapa Kucing Adalah Hewan Peliharaan Terbaik Untukmu

Menurut penelitian yang dilansir Brightside, ada tingkat ketidakaktifan yang tinggi pada beberapa semut dan menyatakan bahwa hampir separuh waktu, semut ditemukan tidak aktif.

3. Babi bersih

Babi tidak sejorok itu. (Foto: Pexels/Matthias Zomer)

Babi memiliki reputasi sebagai hewan yang kotor. Tetapi sebenarnya AnimalDome menyebut mereka sangat bersih. Sebenarnya, mereka adalah beberapa hewan terbersih di peternakan. Berguling-guling di lumpur membuat mereka terlihat kotor, tetapi mereka melakukannya karena mereka tidak bisa berkeringat.

Lumpur membantu mereka menjadi dingin. Selain itu, mereka tidak pernah mengeluarkan kotoran atau kencing di dekat area tidur atau makan mereka.

4. Gajah berlari kencang

Gajah tidak lambat. (Foto: Pexels/Bisakha Datta)

Gajah adalah pelari yang cukup baik walaupun memiliki berat dan ukuran yang besar. Meskipun beratnya berkisar antara 2.721 kg hingga 6.803 kg, mereka dapat berlari dengan kecepatan lebih dari 16 km. Ini tentu fakta sangat penting mengingat gajah adalah makhluk raksasa.

Para peneliti mengklaim bahwa gajah menggunakan teknik biomekanik untuk melakukan ini karena mereka selalu perlu menjaga satu kaki di tanah untuk menyeimbangkan tubuh mereka. (avia)

Baca Juga:

Sederet Hewan Paling Romantis yang Bikin Jomlo Ngiri

#Hewan
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Lifestyle
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Unggahan di Tiktok hingga Instagram memperlihatkan burung, kucing, anjing, bahkan gecko, diajak pergi bersama alih-alih dititipkan ke pet hotel.
Dwi Astarini - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Fun
Mudik Lebaran Nyaman Bersama Anabul, ini Tipsnya
Pergi bersama hewan peliharaanmembutuhkan persiapan khusus agar tetap aman dan nyaman, baik bagi pemilik maupun hewan tersebut.
Dwi Astarini - Minggu, 15 Maret 2026
Mudik Lebaran Nyaman Bersama Anabul, ini Tipsnya
Indonesia
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Tim gabungan Kemenhut dan Polisi sempat terlibat baku tembak saat menghadang kelompok pemburu liar di Taman Nasional Komodo.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Indonesia
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah soal pakan harimau Ragunan dibawa pulang. Ia mengatakan, ada petugas khusus yang bertanggung jawab.
Soffi Amira - Kamis, 20 November 2025
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Indonesia
Gratis Sewa 6 Bulan di Tempat Baru, Pramono Tegaskan Sudah Bersikap Humanis ke Eks Pedagang Barito
Gubernur juga menjanjikan sewa gratis dan layanan klinik hewan untuk para pedagang yang bersedia direlokasi ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Oktober 2025
Gratis Sewa 6 Bulan di Tempat Baru, Pramono Tegaskan Sudah Bersikap Humanis ke Eks Pedagang Barito
Indonesia
Rahasia Satwa Antistres Saat Taman Margasatwa Ragunan Buka Malam Hari
Pengunjung diwajibkan menggunakan mobil kereta berkapasitas lima orang per perjalanan dengan tarif tertentu untuk berkeliling
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Oktober 2025
Rahasia Satwa Antistres Saat Taman Margasatwa Ragunan Buka Malam Hari
Indonesia
Macan Tutul Kabur Dari Lembang Park and Zoo ke Gunung Tangkuban Parahu Bahayakan Nyawa Warga
Kawasan Gunung Tangkuban Parahu sudah cukup banyak penduduk dan menjadi destinasi wisata unggulan Jawa Barat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 September 2025
Macan Tutul Kabur Dari Lembang Park and Zoo ke Gunung Tangkuban Parahu Bahayakan Nyawa Warga
Indonesia
Indonesia Kejar Status Zona Bebas PMK tanpa Vaksinasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia
Pemerintah berharap pengakuan dari WOAH dapat diraih pada 2025
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Agustus 2025
Indonesia Kejar Status Zona Bebas PMK tanpa Vaksinasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia
Dunia
Minta Hewan Peliharaan Dijadikan Pakan Predator, Kebun Binatang di Denmark Autokena Kecam
Meski pihak kebun binatang menyebut hewan yang akan dijadikan pakan terlebih dahulu dieutanasia.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Agustus 2025
Minta Hewan Peliharaan Dijadikan Pakan Predator, Kebun Binatang di Denmark Autokena Kecam
Bagikan