Miniseri 'Adolescence' di Netflix Picu Kekhawatiran Orang Tua, Takut Anak Remajanya Jadi 'Bom Waktu' Kriminal
Adolescence tayang di Netflix, angkat cerita tuduhan pembunuhan terhadap remaja. (Foto: Netflix)
MerahPutih.com - Adolescence, serial Netflix yang lagi nge-hype banget, membuat orang tua di Inggris semakin cemas. Sebab miniseri ini menceritakan dugaan pembunuhan oleh remaja 13 tahun
Para orangtua khawatir tentang pengaruh buruk dan misoginis yang mengintai anak-anak muda di dunia maya.
Di ruang tamu seluruh negeri atau sambil menyeruput teh di kantor, drama kriminal ini menjadi bahan pembicaraan hangat. Bahkan, Perdana Menteri Keir Starmer menonton serial ini bersama anak-anaknya di rumah.
Adolescence mengisahkan Jamie, seorang anak sekolah yang keluarganya terkejut saat polisi bersenjata mendobrak pintu rumah mereka dan menangkapnya saat fajar.
"Miniseri empat episode ini dirilis pada 13 Maret dan meraih 24,3 juta penonton dalam empat hari pertama, menjadikannya acara teratas Netflix untuk pekan tersebut," tulis Variety (17/3).
Satu pertanyaan besar menggantung sepanjang serial ini: bisakah anak yang tampak polos ini benar-benar melakukan kejahatan brutal?
Baca juga:
Serial 'Adolescence' Raih 24,3 Juta Penonton dalam Seminggu, Apa sih yang Bikin Menarik?
"Serial ini menggugah penonton yang semakin resah dengan meningkatnya kriminalitas dengan pisau oleh remaja dan retorika misoginis dari pemengaruh seperti Andrew Tate," tulis AFP (20/3).
Drama ini juga menyoroti budaya 'incel' (involuntary celibacy) pria yang merasa tidak menarik dan membenci lawan jenis, serta bagaimana hal itu dibahas di media sosial.
Isabelle, ibu dua putri berusia 16 dan 18 tahun, mengaku "terkejut" dengan serial ini dan merasa cerita tersebut "bisa saja nyata".
"Anda tidak tahu apa-apa tentang budaya anak muda, Instagram, semua itu. Orang dewasa pada dasarnya diabaikan... dan itu sangat menakutkan," ujar perempuan 49 tahun dari Glasgow, Skotlandia.
Media Inggris memuji Adolescence sebagai serial yang kuat dan tepat waktu. Namun, media itu juga menanyakan hal yang sama.
"Apakah anak Anda bom waktu remaja?" tanya Daily Mail
Daily Mail menyarankan orang tua untuk waspada terhadap tanda-tanda seperti anak yang lebih sering menyendiri di kamar atau terobsesi dengan jumlah pengikut di media sosial.
Michael Conroy, pendiri Men at Work, menyatakan senang bahwa serial ini menjadi bahan diskusi penting.
"Drama ini brilian dan akan sering digunakan oleh guru dan orang tua. Ini akan menciptakan percakapan penting."
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
Culinary Class Wars Lanjut ke Musim Ketiga, Netflix Buka Pendaftaran Tim
‘Can This Love Be Translated?’ Tayang 16 Januari di Netflix, Romansa Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Lintas Negara
'Emily in Paris' Lanjut Musim Keenam, Lily Collins Umumkan Kabar Gembira
Shin Hye-sun dan Lee Jun-hyuk Resmi Diumumkan Main di Thriller Misteri Netflix ‘The Art of Sarah’, Tayang Perdana Februari
Netflix Garap Serial Live-Action 'Scooby-Doo', Hadir dengan Nuansa Lebih Gelap dan Dewasa
Syuting Hampir Rampung, 'All of Us Are Dead' Season 2 Makin Dekat Tayang
Demi Jadi Penerjemah di ‘Can This Love Be Translated?’, Kim Seon-ho Belajar 4 Bahasa dalam 4 Bulan
Penebusan Choi Kang-rok, ‘Culinary Class Wars 2’ Ditutup dengan Duel Sengit
Paramount yang Ogah Kalah Gugat Warner Bros soal Detail Kesepakatan dengan Netflix, Siapkan Perebutan Kekuasaan lewat Proxy Fight