Migrant Care: Program E-kad Gagal Penuhi Target

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Senin, 03 Juli 2017
Migrant Care: Program E-kad Gagal Penuhi Target

Petugas Kementerian Luar Negeri bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Migrant Care menilai bahwa program pemutihan status buruh Migran tak berdokumen di Malaysia melalui E-kad yang berlangsung sejak 15 Februari-30 Juni 2017, gagal memenuhi target 600 ribu tenaga kerja asing ilegal di negeri jiran.

Pasalnya, hingga 1 Juli lalu, jumlah peserta yang mengikuti E-kad cuma 155.680 orang (23 persen). Sebanyak 22 ribu di antaranya, sebagaimana keterangan aktivis Migrant Care Malaysia Alex Ong, merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Dengan demikian, ratusan ribu buruh migran Indonesia tak berdokumen yang berada di Malaysia akan menjadi sasaran razia otoritas Malaysia," ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/7).

Wahyu menjelaskan, proses razia terhadap tenaga kerja tak berizin atau Opnyah yang melibatkan imigrasi, polisi, dan milisi RELA (paramiliter) Malaysia, belakangan disertai tindakan represif dan koersif. Sehingga, seringkali terjadi pelanggaran HAM.

Tak hanya itu, hasil pengawasan Migrant Care dalam beberapa bulan terakhir, razia sering kali didasarkan pada tendensi rasisme dan xenophobia.

"Diskriminatif dan bahkan sering terjadi perampasan kebebasan individu dan perampasan hak milik," jelasnya.

Oleh karena itu, Migrant Care menyerukan kepada pemerintah Malaysia tidak memberlakukan razia kepada buruh migran yang tidak berdokumen dengan cara-cara yang koersif dan represif.

"Seharusnya, setiap upaya penegakan hukum keimigrasian harus berbasis pada standar hak asasi manusia," tegas Wahyu.

Migrant Care pun meminta Pemerintah Indonesia, khususnya KBRI Kuala Lumpur dan KJRI di setiap negara bagian Malaysia, membuka crisis centre dan melakukan monitoring langsung ke basis-basis buruh migran Indonesia yang tidak berdokumen.

"Pemerintah RI dan Malaysia harus memastikan kelancaran proses pemutihan, tanpa pembebanan biaya," pungkas adik kandung aktivis Wiji Thukul ini. (Pon)

Baca juga berita terkait, berikut ini: Pansus Angket KPK Bakal Panggil Yulianis

#TKI #Malaysia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Terima Peran Dadakan di 'Peluru Senja', Azman Al Idrus Ngaku Beradegan tanpa Stuntman
Azman mengatakan ia mengusulkan peningkatan koreografi agar adegan pertarungan dalam film tersebut terasa lebih menegangkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Terima Peran Dadakan di 'Peluru Senja', Azman Al Idrus Ngaku Beradegan tanpa Stuntman
ShowBiz
Cerita Azman Al Idrus Bintangi 'Peluru Senja', Dadakan tanpa Workshop
Azman bergabung saat tim produksi masih membutuhkan pemeran utama.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Cerita Azman Al Idrus Bintangi 'Peluru Senja', Dadakan tanpa Workshop
ShowBiz
Film 'Peluru Senja' Syuting 26 Hari di Hutan demi Cerita Perang Malaya 1948
Film sejarah yang berlatar era Perang Malaya pada 1948 ini mengeksplorasi konflik setelah Perang Dunia II melalui sudut pandang penderitaan rakyat dan mantan prajurit.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Film 'Peluru Senja' Syuting 26 Hari di Hutan demi Cerita Perang Malaya 1948
Indonesia
Anggota Dewan Malaysia ‘Sentil’ Prabowo Pakai Bahasa Jawa, biar Ngerti Persoalan Karhutla Serius
Ia mengatakan karhutla di Indonesia telah menyebabkan Malaysia diselimuti asap dan kesehatan warga terganggu.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Anggota Dewan Malaysia ‘Sentil’ Prabowo Pakai Bahasa Jawa, biar Ngerti Persoalan Karhutla Serius
Dunia
Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional
Pihak Malaysia menyebut memprioritaskan kepentingan dan kesehatan masyarakat tanpa memengaruhi hubungan bilateral.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional
Indonesia
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Pada Jumat (2/10) pukul 01.11 waktu Malaysia, MKA diamankan Tim E3 Special Branch PDRM Bukit Aman bersama IPK Selangor dan IPD Sungai Buloh.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Berita Foto
Kalahkan Vietnam 1-0, Malaysia Raih Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Selebrasi pemain Timnas Malaysia usai menang melawan Vietnam dalam FIFA Asean Cup 2026 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 05 Oktober 2026
Kalahkan Vietnam 1-0, Malaysia Raih Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Link Live Streaming Malaysia vs Vietnam di FIFA ASEAN CUP 2026: Misi Balas Dendam Harimau Malaya
Cari link streaming Malaysia vs Vietnam sore ini? Cek jadwal lengkap, prediksi susunan pemain, dan head to head perebutan juara 3 ASEAN Cup 2026 di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Link Live Streaming Malaysia vs Vietnam di FIFA ASEAN CUP 2026: Misi Balas Dendam Harimau Malaya
Olahraga
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia resmi mencapai target 4 emas Asian Games 2026 lewat Desak Made Rita, dan berpeluang menggeser Malaysia untuk masuk ke jajaran 10 besar klasemen.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Olahraga
Gengsi Serumpun! Cek Head to Head Timnas Indonesia vs Malaysia, Statistik Berpihak ke Siapa?
Penasaran siapa yang lebih unggul dari rekor pertemuan head to head Timnas Indonesia vs Malaysia? Cek statistik lengkapnya jelang duel panas derbi serumpun di SUGBK dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
Gengsi Serumpun! Cek Head to Head Timnas Indonesia vs Malaysia, Statistik Berpihak ke Siapa?
Bagikan