Meski Genetik, Tinggi Badan juga Dipengaruhi Oleh Asupan Nutrisi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 15 Juli 2024
Meski Genetik, Tinggi Badan juga Dipengaruhi Oleh Asupan Nutrisi

Tinggi badan bukan hanya dipengaruhi genetik. (Foto: Unsplash/Siora Photography)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tagar #Korsel tengah ramai di sosial media X beberapa waktu lalu karena warganet ramai berdiskusi soal tinggi badan orang Korea Selatan yang bertambah secara signifikan.

Rupanya, penambahan tinggi badan tersebut memang wajar terjadi di Korea Selatan. Akun X milik dokter Orthopedi @asaibrahim menyampaikan bahwa tinggi orang Korea Selatan dalam 10 dekade mengalami kenaikan hingga 15-20 sentimeter. Sehingga kata dia, para idola K-Pop alias warga Korea Selatan tubuhnya lebih tinggi ketimbang kakek atau orang tuanya sendiri.

Asa menyatakan bahwa yang memicu terjadinya perubahan pada tinggi badan adalah faktor gizi atau nutrisi dan stimulasi. Selain faktor gizi dan stimulasi fisik sejak balita, genetik juga bersumbangsih terhadap tumbuh tinggi badan.

Ketika genetik memainkan peran utamanya sebagai faktor pertumbuhan tinggi badan, lalu disertai dengan perbaikan gizi dan nutrisi, maka pertumbuhan tinggi seseorang akan mencapai titik paling optimalnya.

Baca juga:

Bukan Cuma Basket, Jogging Bisa Menambah Tinggi Badan

"Nutrisi yang optimal ini harus dimulai sejak lahir, balita, dan seterusnya, prosesnya panjang," katanya di X, dikutip Senin (15/7).

Ia mengatakan nutrisi yang baik yakni terpenuhinya protein, karbohidrat, lemak dan vitamin, sehingga bukan hanya kalsium dari susu.

"Jangan lupa nutrisi lain juga sangat berpengaruh. Tiap hari minum susu tiga gelas kalau makan lauknya gak bergizi ya sia-sia," katanya.

Selain itu kata Asa, untuk kebutuhan nutrisi tulang diperlukan vitamin D untuk memenuhi penyerapan kalsium dan utilitasi tulang. Kemudian, jangan lupa untuk merutinkan olahraga untuk meraih tinggi badan ideal, seperti bermain sepak bola, basket, hingga olahraga atletik.

Baca juga:

Asupan Penting Penambah Tinggi Badan Anak

"Kalau sering olahraga, ada stimulasi tulang dan sendi, akan terpacu untuk lebih optimal tingginya. Dan ingat, ada usia maksimal pertumbuhan, laki-laki sekitar 18, wanita 16an," katanya. (tka)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan