Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan bahwa Taman Nasional Sebangau di Provinsi Kalimantan Tengah harus menjadi contoh pengelolaan lahan gambut minimal untuk Indonesia.
"Yang pasti, sih harus jadi taman nasional yang terurus baik dan jadi contoh tatakelola gambut yang baik dan Indonesia bisa menjadi unik dalam tatakelola gambut," kata Menteri Siti di Palangka Raya, Sabtu (13/5).
Menurut Siti, potensi sumber daya alam di kawasan Taman Nasional Sebangau sangat beragam sehingga harus dikelola dengan baik. Selain itu, pengelola juga harus berinovasi guna meningkatkan daya saing.
"Begitu lewat ada pohon yang menapung dan itu menarik. Vegetasi alam yang ada juga beragam seperti adanya sarang orang utan. Hal-hal bagus ini menjadi contoh pengelolaan tanah negara. Apalagi di sini juga ada bekas HPH maka pengelolaannya harus dimaksimalkan," katanya.
Di kawasan taman nasional yang harus ditempuh dengan waktu sekira satu jam setengah menggunakan speed boat dari Pelabuhan Kereng Bangirai itu, Menteri Siti beserta rombongan sempat melakukan penanaman pohon dan meninjau sekat kanal bekas lahan HPH.
"Saya melihat banyak lahan di sini dan dari sini saya bisa mengambil contoh-contoh tata kelolanya bagaimana," katanya.
Dia menambahkan, wilayah Taman Nasional Sebangau sangat luas dan hampir seluruhnya gambut. Namun demikian, menurut Siti, dari segi sosial kemasyarakatan taman nasional yang mencakup dua kabupaten dan satu kota di Provinsi Kalimantan Tengah ini terlihat tidak dan sekompleks lahan di Sumatera.
Pihaknya pun berkomitmen untuk mengembangkan taman nasional tersebut menjadi pusat pertumbuhan daerah sehingga harus dikelola bersama-sama.
"Pemda harus mikirin juga. Dengan adanya taman nasional kita bisa mengelola apa dan bisa mendapat manfaat ekonomi seperti apa. Apalagi salah satu pintu masuknya dekat dengan Kota Palangka Raya," katanya.
Dia mengatakan, perjalanan menyusuri air hitam yang harus ditempuh melalui sela tumbuhan apung dan tanaman khas lahan gambut baru pertama dirasakan. Ini menarik dan unik.
Sumber: ANTARA

