Mensos Salut dengan Psikologi Fisik Brimob Korban Penikaman

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Senin, 03 Juli 2017
Mensos Salut dengan Psikologi Fisik Brimob Korban Penikaman

Menteri Sosial Khofifa Indar Parawansa (kedua kanan) didampingi Kalapas Klas II B Anak Wanita Priharti (kanan) berbincang dengan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B. ( ANTARA FOTO/Muhamma

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa salut dengan kekuatan psikologis dan ketahanan fisik dua anggota Brimob korban penikaman di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang saat ini semakin membaik.

"Kondisi fisik mereka sangat baik, sangat tegar dan teguh. Mereka memiliki kekuatan psikologis dan ketahanan fisik yang luar biasa," ujar Khofifah usai menjenguk dua anggota Brimob yang dirawat di RS Bhayangkara R Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/7).

Khofifah saat menjenguk keduanya sempat berbincang dan menanyakan kronologis penikaman tersebut. Kondisi keduanya sudah terlihat membaik saat menceritakan peristiwa yang terjadi pada Jumat (30/6) malam itu.

AKP Dede Suhatmi, salah seorang korban bercerita tentang penikaman yang menimpanya. Saat peristiwa itu terjadi dia tengah berdoa usai salat Isya. Karena sedang beribadah, ia tidak membawa senjata dan tidak berpikir akan terjadi penikaman.

Khofifah pada kesempatan itu juga memberikan semangat agar keduanya bisa segera pulih dan bisa pulang ke rumah dalam waktu dekat. Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyemangati istri para korban yang terus menemani di rumah sakit.

"Mudah-mudahan ini menjadi peneguhan kita dalam menjaga NKRI dan kita bangun proses harmoni interen dan antarumat beragama," ujar Khofifah.

Ia juga merekomendasikan untuk dibangun dialog intensif umat beragama, antarumat beragama serta antartokoh agama dengan pemerintah sehingga terbangun komunikasi yang akan muncul saling percaya, saling memahami dan menghormati.

"Jadi kalau kita ingin negara ini harmoni, NKRI teguh maka tugas kita semua untuk memagari negeri ini. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi mudah-mudahan bisa menjadi koreksi dan refleksi kita untuk menjadi lebih kritis lagi bagaimana bersama-sama kita bergandengan tangan menjaga NKRI," tutur Khofifah.

Sebelumnya, dua anggota Brimob, yakni AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bahtiar menjadi korban penikaman orang tak dikenal di Mesjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/6) malam.

Peristiwa itu terjadi usai pelaksanaan shalat Isya berjamaah di Masjid Falatehan pada Jumat malam sekitar pukul 19.40 WIB. Seorang tak dikenal tiba-tiba menikam dua anggota Brimob tersebut yang posisi shalatnya tidak jauh dari pelaku, dengan menggunakan pisau sangkur.

Keduanya mengalami luka di bagian muka dan leher. Usai menikam polisi, pelaku kemudian keluar dari masjid dan melarikan diri ke arah Blok M.

Sumber: ANTARA

#Brimob #Teroris
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Tawuran antarwarga di Klender, Jakarta Timur, Senin pagi, dibubarkan aparat Brimob dengan gas air mata. Polisi menyita busur, ketapel, dan petasan dari lokasi bentrokan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Kehormatan sebagai anggota Polri harus tecermin dalam sikap disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Indonesia
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Polri menghormati penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap institusi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Indonesia
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Peristiwa tragis ini memicu gelombang protes keras, menuntut evaluasi total atas keberadaan pasukan elit di tengah hiruk-pikuk masyarakat sipil
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Indonesia
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Bripda MS terancam 15 tahun penjara setelah menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku. Ia juga bisa dikenakan denda Rp 3 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Indonesia
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Kapolri Listyo Sigit pecat Bripda MS usai kasus siswa MTs tewas di Tual. Komisi III DPR minta proses pidana tetap berjalan tanpa impunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Indonesia
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Selain menjaga muruah institusi, pemecatan tersebut mempermudah lembaga penegak hukum memproses hukuman pidana Bripda MA.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Indonesia
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di sisi lain, proses pidana tetap bergulir secara independen sesuai ketentuan hukum berlaku guna memenuhi rasa keadilan publik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Bagikan