MerahPutih.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tidak mengundurkan diri dari jabatannya, sekaligus membantah isu pergantian posisi yang belakangan beredar.
Prasetyo juga menegaskan, Jumat (5/6), belum ada rencana perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Belum ada rencana (reshuffle kabinet) itu,
Mensesneg, Prasetyo Hadi.
Menurut Prasetyo, Purbaya telah menyampaikan secara langsung bahwa dirinya tidak diganti dari jabatan Menteri Keuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya pada Kamis (4/6) sore sebagai respons atas isu yang berkembang di ruang publik.
Dengan demikian, pemerintah memastikan tidak ada perubahan pada posisi Menteri Keuangan sebagaimana kabar yang beredar dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga:
Purbaya Bantah Mundur dari Menteri Keuangan, Buntut Rupiah Melemah ke Rp 18.000
Pemerintah Fokus Perkuat Koordinasi Ekonomi
Prasetyo yang juga menjabat sebagai juru bicara Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kondisi ekonomi saat ini justru membutuhkan koordinasi yang semakin erat antarotoritas ekonomi.
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi,
Mensesneg, Prasetyo Hadi.
Pelemahan Rupiah Terus Dipantau
Pemerintah, lanjut Prasetyo, akan terus memonitor perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus level Rp 18 ribu per dolar AS.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut belum mengubah fundamental ekonomi nasional yang disebut masih berada dalam kondisi kuat.
Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 18.000, Menkeu Purbaya Jamin Utang Luar Negeri Masih Bisa Dibayar
Prasetyo mengeklaim ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah tekanan terhadap rupiah.
Menurut dia, hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif serta tingkat inflasi yang dinilai tetap terkendali.
“Sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," tutup Prasetyo. (Knu)