MerahPutih.com - Deretan kandang sapi berukuran besar berdiri di bawah terik matahari siang di wilayah Depok, Jawa Barat.
Aroma khas peternakan bercampur dengan suara pengunjung yang sibuk memilih hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.
Namun di tengah suasana yang identik dengan lumpur, jerami, dan aktivitas peternakan itu, perhatian pengunjung justru tertuju pada sosok para staf perempuan yang tampil begitu totalitas.
Mereka berjalan menyusuri area kandang dengan pakaian menyerupai pramugari Timur Tengah lengkap dengan make up rapi dan penampilan yang nyaris seperti berada di sebuah showroom mewah.
Baca juga:
Jelang Idul Adha, Pedagang Musiman Mulai Menjajakan Hewan Kurban di Tanah Kusir Jakarta
Mall Hewan Kurban Haji Doni Bikin Pengunjung Penasaran
Tidak sedikit pengunjung yang awalnya mengira mereka bekerja di dunia hospitality atau penerbangan. Padahal, setiap hari mereka bertugas melayani pembeli sapi kurban di Mall Hewan Qurban Haji Doni.
Salah satunya adalah Andina Ratna Putri. Perempuan yang masih aktif berkuliah di Bina Sarana Informatika (BSI) dan mengambil kelas karyawan itu, memulai aktivitasnya sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Setiap hari, ia harus berdandan dan mengenakan kostum khusus sebelum akhirnya turun langsung ke area kandang sapi.
“Sudah bekerja di sini dua tahun, sebenarnya aku juga sudah menjadi staf untuk showroom mobilnya Pak Haji. Tetapi, tahun ini diperbantukan untuk Mall Qurban ini,” ujar Andina.
Bekerja di lingkungan peternakan tentu menjadi pengalaman baru baginya. Apalagi, ia harus beradaptasi dengan bau kandang dan aktivitas jual beli hewan yang jauh berbeda dari showroom mobil tempatnya biasa bekerja. Namun, perlahan semua itu bisa dijalani.
Baca juga:
BMKG Prediksi Cuaca saat Idul Adha 2026, Sejumlah Wilayah Mulai Masuk Musim Kemarau
“Memang perlu adaptasi, mungkin butuh tiga harian adaptasi terhadap bau dan sebagainya. Namun akhirnya bisa juga dijalankan,” katanya sambil tersenyum.
Meski suasana kerjanya berubah drastis, Andina merasa cara melayani konsumen sebenarnya tidak jauh berbeda. Baginya, yang paling penting adalah memahami produk yang dijual dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.
“Tidak berbeda jauh kok melayaninya saat bekerja di showroom mobil juga. Yang penting sudah hafal seluk-beluk barang yang dijual saja,” lanjutnya.
Konsep unik ini memang sengaja dihadirkan oleh pemilik Mall Hewan Qurban Haji Doni, Haji Doni, sebagai strategi pemasaran yang berbeda dari penjualan hewan kurban pada umumnya. Ia ingin mematahkan stigma bahwa dunia peternakan identik dengan kesan kotor dan tidak menarik.
Fasilitas Unik di Mall Hewan Kurban Haji Doni
Meski melibatkan staf perempuan dengan penampilan mencolok, Doni menegaskan seluruh pakaian yang digunakan tetap mengedepankan kesantunan sesuai norma yang berlaku.
Strategi tersebut terbukti berhasil menarik perhatian masyarakat. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk membeli sapi kurban yang telah lolos pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.
Sapi-sapi yang dijual di tempat ini berasal dari peternak terpercaya dengan bobot rata-rata mencapai 200 hingga 300 kilogram.
Selain menghadirkan konsep pelayanan berbeda, mall kurban tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti area parkir luas, musala, hingga layanan konsultasi gratis seputar hewan kurban.
Sementara di tengah ketatnya persaingan bisnis hewan kurban setiap tahun, konsep ini menjadi warna baru yang cukup mencuri perhatian.
Baca juga:
Kurban Idul Adha 2026, Prabowo Beli Sapi Jumbo Bobot 1 Ton 13 Kilogram Milik Peternak Sukoharjo
Terlebih, Depok dikenal sebagai kota dengan populasi mahasiswa yang besar. Kehadiran para mahasiswi lokal sebagai staf dinilai bukan hanya memberi pengalaman kerja tambahan, tetapi juga membuka peluang penghasilan sambil tetap menjalani kuliah.
Kini, suasana di Mall Hewan Qurban Haji Doni tak hanya dipenuhi aktivitas jual beli sapi. Banyak pengunjung datang sekadar melihat konsep unik tersebut, berfoto, hingga mengunggahnya ke media sosial.
Berawal dari kandang sapi hingga viral di internet, konsep out-of-the-box ini berhasil mengubah pengalaman membeli hewan kurban menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan gaya hidup dan hiburan masyarakat masa kini. (Far)