MerahPutih.com - Indonesia tercatat menjadi satu dari lima negara yang berkomitmen mengirimkan pasukan tentara untuk bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) atau International Stabilization Force (ISF) yang akan ditempatkan di Jalur Gaza, Palestina.
Pemerintah Indonesia menegaskan siap mengirim pasukan TNI dengan lebih dari 8.000 orang dan tergantung dengan kebutuhan.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan penunjukan Indonesia menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) tidak berkaitan dengan pengakuan Indonesia atas hubungan diplomatik dengan Israel.
Pernyataan Sugiono itu menepis anggapan terkait pengiriman ribuan pasukan ke Jalur Gaza, Palestina dinilai berisiko mengingat Indonesia saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Baca juga:
Prabowo Optimis Visi Damai Trump Sukses Indonesia Kirim Pasukan Terbesar Ke Dewan Perdamaian
"Ini kan bukan kaitannya dalam dengan pengakuan ada hubungan atau tidak ya. Ini adalah pasukan yang ditugaskan untuk yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi," kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat.
Menurut Menlu, negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dilibatkan dalam ISF mendapatkan mandat untuk mengirim pasukan demi menjaga situasi keamanan di Palestina.
Dalam pelaksanaan mandat ISF, setiap negara yang terlibat memiliki kesempatan untuk menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat.
Indonesia sudah menyampaikan batasan itu kepada ISF, yakni tidak melakukan operasi militer dan pelucutan senjata atau demiliterisasi.
"Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri," kata Sugiono.
Indonesia yang menerima penunjukan sebagai Wakil Komandan ISF juga berperan di bidang operasional karena menjadi salah satu negara yang mengerahkan pasukan terbanyak untuk misi perdamaian di Palestina.
Penunjukan tersebut juga menjadi penghargaan terhadap militer Indonesia yang memiliki reputasi baik dalam menjaga perdamaian.
"Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander operasi ini juga merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia. Kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," kata Sugiono.
Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang berasal dari Angkatan Bersenjata AS, menyatakan proyeksi ke depan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang akan bertugas bersama ISF untuk memulihkan situasi pascaperang di Gaza.