Menkes: Omicron Indonesia Capai 152 Kasus, 6 Merupakan Transmisi Lokal

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Januari 2022
Menkes: Omicron Indonesia Capai 152 Kasus, 6 Merupakan Transmisi Lokal

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus varian baru COVID-19 Omicron di dunia telah meluas hingga ke 132 negara dalam kurun sepekan terakhir. Tercatat, Omicron di dunia kasus konfirmasi 408.000 atau naik dari pekan lalu 184.000.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, negara yang sudah mendeteksi varian Omicron bertambah dari 115 negara menjadi 132 negara dalam sepekan terakhir. Kasus Omicron terdeteksi paling banyak di Eropa, Inggris, Denmark, Amerika.

Baca Juga:

Cegah Omicron, BNPB Perketat Pengawasan Kedatangan PMI di Kota Batam

"Itu semuanya di atas 20.000 (kasus), Afrika Selatan sendiri sudah turun ke angka 1800-an kasus," katanya.

Indonesia, kata Budi berada di posisi 40 negara di dunia yang terjangkit Omicron dengan jumlah kasus per hari ini mencapai 152 pasien. Terjadi tambahan 16 kasus dibandingkan Sabtu (1/1) yang dibawa seluruhnya oleh pelaku perjalanan luar negeri.

Budi mengatakan, negara di Asia Tenggara dengan jumlah kasus Omicron yang melebihi Indonesia adalah Singapura 1.600 kasus dan Thailand 1.500 kasus. Kasus Omicron juga mengalami kenaikan di India, total sebanyak 1.700 kasus.

Ia menegaskan, Indonesia relatif lebih rendah untuk kasus Omicron jika dilihat dari populasinya dan juga luas geografis. Selain itu, situasi ini,tidak lepas dari kebijakan karantina bagi seluruh pelaku perjalanan internasional yang sudah cukup ketat.

"Kita berhasil menahan masuknya Omicron ke dalam, tapi dari 152, kita tahu ada enam sudah merupakan transmisi lokal," katanya.

Ia memaparkan, kasus transmisi lokal, kata Budi, mayoritas berada di Jakarta, tapi ada juga yang datang dari Medan, Bali dan Surabaya.

Budi menambahkan, meski secara klinis Omicron mampu menghindari antibodi vaksin, tapi tidak menyebabkan gejala yang berat. Di mana, sebanyak 23 persen atau 34 orang dari 152 kasus Omicron di Indonesia telah dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan dan isolasi.

Bahkan, dari 152 kasus yang masuk di Indonesia, itu lebih setengahnya adalah tanpa gejala, setengahnya lagi sakit ringan. Sejak kasus Omicron pertama diumumkan pada pertengahan Desember 2021, tidak ada satu pun pasien yang membutuhkan perawatan serius di rumah sakit. Cukup dikasih obat dan vitamin sudah bisa kembali ke rumah.

"Berita baiknya untuk kasus Omicron secara klinis, walaupun perlindungan antibodinya yang berasal dari vaksin bisa dilalui, tapi perlindungan dari T sel masih bisa melindungi dengan cukup baik. Itu yang menjelaskan kenapa angka pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit lebih rendah," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Legislator PDIP Sebut Munculnya Omicron Momentum Sukseskan Vaksinasi Anak

#Kemenkes #Omicron #COVID-19 #Kasus Covid #PPKM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
DPR RI mendesak PPNS Kemenkes dan BPOM proaktif mengusut kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
Indonesia
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Kemenkes ungkap 3,3 juta lansia rawan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Abu silika tajam berbahaya bagi paru-paru, mata, kulit, dan memicu risiko ISPA, stroke, hingga depresi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Indonesia
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
Bagikan