Menkes Blakblakan Soal 34 Warga di Indonesia yang Diduga 'Suspect' Corona

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 04 Februari 2020
Menkes Blakblakan Soal 34 Warga di Indonesia yang Diduga 'Suspect' Corona

Korban corona (Ant)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan hasil pemeriksaan dari total 34 warga di seluruh Indonesia yang sejauh ini melaporkan kondisi kesehatannya atas dugaan terkena Virus Corona. Hasilnya, 34 warga itu menunjukkan hasil negatif atau belum ada yang terjangkit virus tersebut.

"Saya mendengar semua laporan dari semua staf saya, termasuk juga hasil-hasil pemeriksaannya dari 34 kasus sampai detik ini, baik yang diisolasi maupun dirawat di seluruh indonesia itu memang hasilnya negatif," ujar Terawan, Senin (3/2).

Baca Juga:

Mahasiswi Masuk Ruang Isolasi Usai Pulang dari Tiongkok, RSUD Dr Moewardi Pastikan Negatif Corona

Kemenkes sendiri hingga kini belum mendeteksi adanya Virus Corona yang kemungkinan menjangkiti orang-orang yang sebelumnya melaporkan diri atas kemungkinan dugaan terkena virus itu.

Orang-orang yang memeriksakan tersebut sudah dipulangkan dan ada sekitar satu atau dua orang yang saat ini masih diobservasi.

"Jadi sudah dipulangkan. Sebagian ada satu dua yang masih diobservasi," katanya.

Foto kondisi kota Hubei di Tiongkok, diambil dari atas terlihat sepi akibat virus Corona.ANTARA/HO
Foto kondisi kota Hubei di Tiongkok, diambil dari atas terlihat sepi akibat virus Corona.ANTARA/HO

Dalam penanganan terkait virus yang sudah membawa banyak korban di China itu, Menkes menegaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak secara serius dengan melakukan langkah antisipasi yang tepat juga dengan menggunakan peralatan yang memadai sesuai standar WHO.

"Sudah ada itu ngambil dari Atlanta kok. Dan dari Desember 2012 sudah siap kita. Kita memang sudah siapkan semuanya. Ndak akan kita mau main-main. Ini serius," katanya, merujuk pada penggunaan regent dalam pendeteksian Virus Corona.

Baca Juga:

Waspadai Penyebaran Corona di Stasiun, Setiap Penumpang Kereta Dibagikan Masker

Menanggapi tudingan bahwa tidak ditemukannya virus itu di Indonesia karena kurang memadainya alat pendeteksi, Menkes menampiknya dan mengatakan bahwa Kemenkes sudah memiliki alat pendeteksi yang dimaksud.

"Jadi alat pendeteksi itu adalah dilakukan di laboratorium BSL3 Biomedik di Balitbangkes yang sudah terakreditasi WHO, BSL3. Dan itu ketat sekali, pengelolaannya ketat sekali. Tapi yang paling penting kuncinya di regent. Selama kita regent-nya ada ya enggak ada persoalan," katanya. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan