Menilik Upacara Keharmonisan 'Tepuk Tepung Mawar' dari Riau

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 08 November 2024
Menilik Upacara Keharmonisan 'Tepuk Tepung Mawar' dari Riau

Ritual 'Tepuk Tepung Mawar' memiliki makna mendalam. (foto: dok/good news from indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Upacara Tepuk Tepung Mawar adalah salah satu tradisi budaya yang khas dari Provinsi Riau, Indonesia. Upacara ini merupakan bagian dari warisan budaya Melayu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan simbolisme.

Meskipun seringkali dianggap sebagai salah satu tradisi yang lebih misterius dan terpelihara dengan baik, Tepuk Tepung Mawar memiliki akar sejarah yang dalam dan berkaitan erat dengan kehidupan sosial dan kepercayaan masyarakat Melayu di Riau.

Baca juga:

Tarian Sakral Sarat Mistis di Tari Rentak Bulian dari Riau

Dikutip dari berbagai sumber, nama ‘Tepuk Tepung Mawar’ mengacu pada dua elemen utama dalam upacara ini: tepuk yang berarti tepukan atau pukulan, dan tepun yang merujuk pada tepung mawar, bahan yang digunakan dalam upacara tersebut. Tepung mawar, yang terdiri dari campuran tepung beras dan kelopak bunga mawar, memiliki makna simbolik yang mendalam dalam kebudayaan Melayu.

Bunga mawar sendiri dianggap sebagai simbol keindahan, cinta, dan keharmonisan. Sementara tepung sebagai bahan dasar menunjukkan kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu yang sangat terhubung dengan alam sekitar.

Baca juga:

Ada Pengaruh dari Timur Tengah, Tari Zapin Riau Tampilkan Keindahan Gerakan

Upacara ini memiliki ritual khas yang dilakukan dengan tepukan atau pukulan pada tepung mawar yang sudah dipersiapkan di dalam wadah tertentu, biasanya dalam sebuah upacara adat.

Pukulan atau tepukan tersebut dilakukan sebagai bentuk doa, harapan, atau pengharapan akan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi keluarga atau masyarakat yang terlibat.

Baca juga:

Mengenal Keindahan Pakaian Adat 'Teluk Belanga' Khas Riau

Dengan melibatkan tepung mawar dan tepukan yang penuh harapan, tradisi ini mencerminkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan yang mendalam.

Meskipun tantangan dalam pelestariannya ada, upacara ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Riau, yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tradisi dan kearifan lokal dalam kehidupan modern. (far)

#Riau
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Indonesia
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau
Marjani merupakan tersangka baru kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemprov Riau.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
 KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau
Indonesia
Misteri 9 Gajah Sumatra Mati di Riau Terjawab, Korban Sindikat Pemburu Liar Skala Nasional
Anggota sindikat pemburu liar ini melibatkan jaringan berskala nasional, mulai dari Riau, Padang, Jakarta, Surabaya, Solo, hingga Kudus.
Wisnu Cipto - Selasa, 03 Maret 2026
Misteri 9 Gajah Sumatra Mati di Riau Terjawab, Korban Sindikat Pemburu Liar Skala Nasional
Indonesia
Anak Gajah Sumatera Mati Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan sudah turun langsung ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo menyusul penemuan bangkai seekor anak gajah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Anak Gajah Sumatera Mati Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo
Fun
Resep Gulai Kencur Ikan Selais Asap, Menu Andalan untuk Berbuka Puasa Khas Riau
Ide menu buka puasa Ramadan 1447 H: resep Gulai Kencur Ikan Selais Asap khas Riau yang lezat, praktis, dan kaya rempah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Februari 2026
Resep Gulai Kencur Ikan Selais Asap, Menu Andalan untuk Berbuka Puasa Khas Riau
Indonesia
Karhutla Terjadi di 10 Kabupaten/Kota di Riau dengan Luas Total Mencapai 59,38 Hektare
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di 10 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Karhutla Terjadi di 10 Kabupaten/Kota di Riau dengan Luas Total Mencapai 59,38 Hektare
Indonesia
Pasang 40 Kamera, Taman Nasional Bukit Tigapuluh Rekam 13 Spesies Dilindungi
Taman Nasional Bukit Tigapuluh memasang 40 kamera jebak di 20 petak lokasi, dengan cakupan pantau seluas 2x2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Pasang 40 Kamera, Taman Nasional Bukit Tigapuluh Rekam 13 Spesies Dilindungi
Indonesia
11 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Inhu Diminta Mengikuti
11 kabupaten/kota itu tersebut yakni Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Siak, Kuansing, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Kota Pekanbaru, dan Dumai.
Frengky Aruan - Rabu, 17 Desember 2025
11 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Inhu Diminta Mengikuti
Fun
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Temukan 30 kuliner khas Riau mulai dari gulai patin, mie sagu, bolu kemojo, hingga otak-otak Selatpanjang. Lengkap dengan lokasi hingga harga.
ImanK - Jumat, 12 Desember 2025
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Indonesia
Kantor Kantor Dinas Provinsi Riau Digeledah KPK, Cari Bukti Pemerasan Gubernur
KPK telah menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka bersama Kepala Dinas PUPRPKPP Riau, M. Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur, Dani M. Nursalam
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 November 2025
Kantor Kantor Dinas Provinsi Riau Digeledah KPK, Cari Bukti Pemerasan Gubernur
Indonesia
Gubernur Riau Pakai Duit Pemerasan Buat Jalan Jalan ke Luar Negeri
Uang terkait kasus dugaan pemerasan itu terlebih dahulu dikumpulkan oleh Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam (DAN) sebelum dipakai untuk bepergian ke luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
Gubernur Riau Pakai Duit Pemerasan Buat Jalan Jalan ke Luar Negeri
Bagikan