Menilik Keindahan Arsitekstur Rumah Adat Angkul-Angkul khas Bali

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 27 September 2024
Menilik Keindahan Arsitekstur Rumah Adat Angkul-Angkul khas Bali

Angkul-Angkul memiliki desain yang unik. (Foto: dok/Pariwisata Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bali memiliki berbagai keindahan di setiap budayanya, bahkan budaya tersebut diperlihatkan lewat artsitektur berupa rumah adat Angkul-Angkul. Rumah adat asal Bali ini memiliki keunikan dan filosofi yang mendalam.

Dikutip dari berbagai sumber, Angkul-Angkul adalah struktur pintu gerbang yang terbuat dari kayu atau batu, biasanya berbentuk persegi panjang atau segitiga.

Struktur ini sering ditemukan di depan rumah adat Bali dan berfungsi sebagai penghubung antara ruang luar dan ruang dalam.

Baca juga:

Rayakan Penampahan Galungan, Umat Hindu Bali Memasak Lawar nan Penuh Makna

Angkul-angkul tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya serta spiritual masyarakat Bali. Adapun fungsi Angkul-Angkul di antaranya:

Sebagai pintu masuk

Angkul-angkul berfungsi sebagai pintu masuk utama ke rumah. Desainnya yang khas memberikan kesan menyambut bagi para tamu yang datang.

Baca juga:

Pemulasaraan Jenazah Lewat Tradisi Mepasah di Desa Trunyan Bali

Simbol penyambutan

Dalam budaya Bali, angkul-angkul melambangkan penyambutan dan keramahan. Hal ini mencerminkan tradisi masyarakat Bali yang sangat menghargai tamu dan keramahtamahan.

Pelindung Energi

Secara filosofis, angkul-angkul dianggap sebagai pelindung energi positif. Struktur ini dipercaya dapat menghalau energi negatif dan menjaga keharmonisan dalam rumah.

Baca juga:

Mengenal Sate Lilit khas Bali, Kuliner Sakral Penuh Nilai Spiritual

Selain berfungsi sebagai pintu masuk, angkul-angkul juga melambangkan keramahan dan pelindung energi positif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

Melalui keunikan desain dan konstruksinya, angkul-angkul tidak hanya memperkaya arsitektur Bali, tetapi juga menjadi bagian integral dari budaya dan tradisi yang masih dijunjung tinggi hingga saat ini. (far)

#Tradisi #Bali #Wisata Bali #Seni Pahat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Tradisi
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Kisah Roro Jongrang jadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Indonesia
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Kebutuhan terhadap teknologi ini muncul berangkat dari PR Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan masalah sampah dengan cepat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Bagikan