Menikmati Salju di Musim Panas, Kok Bisa?
Selimut salju dan dinding es Tateyama bisa bertahan hingga bulan Juni. (Foto: instagram.com/soribu_tateyama)
KAMU ternyata masih bisa menikmati dinginnya salju di musim panas. Datang saja ke Jepang. Negeri Matahari Terbit itu memiliki destinasi Tateyama yang dikenal indah dengan selimut salju dan dinding es yang bisa bertahan hingga musim panas.
Mau ikut menikmati salju Tateyama? Berikut perjalanan ke daerah pegunungan yang terkenal di kalangan pelancong ke Jepang ini, seperti dikutip Arah Destinasi.
1. Kapan datang menikmati salju di Tateyama?
Bagaimana jika datang berkunjung di puncak musim panas Jepang pada bulan Juli? Jangan khawatir di awal-awal bulan Juli, sisa-sisa selimut salju masih bisa dilihat dengan jelas. Pengunjung juga masih bisa bermain dengan salju. Hanya saja, dinding es tinggi yang mengapit jalanan sudah menghilang.
Baca juga: 3 Objek Wisata Pesisir Barat, Lampung, yang Wajib Kamu Singgahi
Tateyama kini semakin banyak diminati wisatawan. Destinasi itu memang menyenangkan dan memungkinkan wisatawan melihat dan bermain salju di musim panas. Datang ke Tateyama berarti bisa menikmati banyak spot-spot menarik. Mulai dari dinding es yang terkenal di Murodo, bendungan (dam), dan masih banyak lagi.
2. Akses dan tiket
Wisatawan tidak perlu bingung karena sudah ada informasi rute lengkap yang disebut dengan Kurobe Alpine Route. Titik keberangkatan bisa dimulai dari Stasiun Kereta Toyama dan berakhir di Stasiun Omachi, atau sebaliknya.
Jika memutuskan menggunakan rute penuh, maka akan melalui semua rute wisata Tateyama (lihat peta rute). Biaya untuk menjalani semua rute itu, dengan asumsi satu arah dari Toyama hingga Omachi atau sebaliknya sekitar Rp1.350.000.
3. Bagaimana kalau rute bolak-balik?
Biayanya memang bisa jadi membengkak. Jika rute bolak-balik yang dipilih, ada pilihan tiket pass Alpine-Takayama-Matsumoto Area yang bisa dibeli di kantor JR Stasiun Toyama atau beberapa kantor JR di Tokyo, Osaka, Kyoto. Harganya 17.500 yen atau sekitar Rp2,3 juta untuk lima hari.
Karena biaya yang cukup mahal dan waktu yang dibutuhkan cukup lama (seharian), banyak wisatawan yang memangkas rute hingga Murodo, tempat dinding es yang menakjubkan.
Baca juga: Tips Traveling Bersama Hewan Peliharaan
Setelah menimbang-nimbang, maka dari Stasiun Toyama diputuskan melanjutkan perjalanan hanya sampai Murodo. Di Stasiun Toyama kami membeli tiket bolak-balik (Toyama-Murodo-Toyama) sekitar Rp900 ribu.
Rute perjalanannya dari Toyama disambung kereta menuju Tateyama Stasiun, kemudian dilanjutkan dengan Cable Car menuju Bijodaira, dan lanjut bus ke Murodo. Pengemudi bus sudah tahu betul kapan harus melambatkan laju agar wisatawan bisa memotret pemandangan yang memang menakjubkan.
Sayang awal Juli itu, dinding es Murodo sudah tidak tampak. Namun sepanjang jalan, selimut es masih membentang. Sesampai di Murodo bentangan es masih terlihat jelas. Wisatawan bisa bermain salju, berfoto di atas salju dan kegiatan lain. Sore hari sekitar pukul 15.30, kami kembali ke Toyama untuk mengejar kereta ke Osaka.
4. Bagaimana cara mencapai Stasiun Toyama mau pun Omachi?
Kedua stasiun itu bisa ditempuh dengan kereta cepat Shinkansen. Sebagai gambaran, dari Stasiun Tokyo biayanya sekitar Rp1,7 juta sekali jalan. Dari Stasiun Osaka sekitar Rp1,3 juta. Gambaran biaya bisa dilihat di beberapa aplikasi kereta api Jepang atau di hyperdia.com.
Buat yang memiliki JR Pass, rute ke Toyama dan Omachi sudah masuk dalam cakupan kereta yang dioperasikan JR. Jika tidak menginap di Toyama atau Omachi, naiklah kereta paling pagi, supaya bisa sampai di Toyama lebih awal.
Dari Tokyo perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Itu berarti jika berangkat pukul 06.00, sampai di Toyama pukul 9.30. Langsung membeli tiket (lokasinya langsung tanya saja ke pusat informasi di Stasiun Toyama). Kereta dari Toyama menuju Tateyama, letaknya setelah loket pembelian tiket.
Informasinya, Tateyama tutup antara November hingga April. (*)
Baca Juga: 4 Wisata Malam Jakarta, Tempat Asyik Melepas Lelah Usai Bekerja
Bagikan
Berita Terkait
Bukan Sekadar Nama, XG Umumkan Evolusi Jadi 'Xtraordinary Genes'
Noriyuki Makihara Kembali Viral, Lagu Lawas 1992 Ramai Dilirik Netizen Indonesia
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
ONE OR EIGHT Rilis 'GATHER Limited Edition', Merchandise Spesial Sambut Mini Album Baru
Pemerintah Jepang Ingatkan Kemungkinan Gempa Besar dalam 1 Pekan Mendatang
14 Gempa Susulan Hantam Prefektur Aomori Jepang, Peringatan Tsunami Sudah Dicabut
Gempa Magnitude 7,6 Guncang Wilayah Timur Laut Jepang, 7 Orang Terluka dan 90 Ribu Penduduk Dievakuasi
China Kerahkan 100 Kapal AL Imbas Pernyataan Kontroversial PM Jepang