MerahPutih.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memerintahkan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mewaspadai para provokator dan mencermati situasi menjelang, selama dan setelah pelaksanaan Pilpres 2019.
"Tak terasa waktu semakin dekat di ujung pelaksanaan Pemilu Presiden 2019. Kita perlu cermati situasi dengan seksama," katanya, saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI wilayah Medan, Kamis (5/7).
Menhan menegaskan pengawasan untuk menjamin Pilpres berlangsung jujur tanpa kecurangan sudah harus dilakukan dari sekarang. Terutama, mengawasi orang-orang yang diduga bakal menjadi provokator.
"Selama tidak ada provokator maka rakyat sebenarnya bisa patuh dan tertib. Maka provokator ini yang salah satunya harus kita cermati dan waspadai siapa itu," imbuh bekas Kepala Staf Angkatan Darat era Presiden Megawati Soekarnoputri itu.
Di hadapan sekitar 1.124 prajurit, Menhan juga menyampaikan terima kasih karena telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 pada 27 Juni silam. "Tidak ada ribut-ribut besar yang berarti. Ini berarti masyarakat kita juga bisa tertib, sopan, saling menghormati," tegas dia, dikutip dari Antara.
Ryamizard kembali menegaskan TNI harus netral dan tidak terlibat politik praktis. Alasannya, TNI harus loyal kepada kepentingan bangsa dan negara tidak boleh terkotak-kotak membela partai politik.
"Tetaplah pada jati diri TNI, sebagai tentara pejuang, tentara rakyat. Itu kan jelas tentara untuk semua rakyat Indonesia. Kalau TNI terkotak-kotak ada TNI Golkar, tentara PDIP, yaa TNI hanya untuk Golkar atau PDIP. Jadi tidak usah berpolitik. Tetap seperti ini sudah yang terbaik. Tidak usah berpolitik," tandas mantan Panglima Kostrad itu. (*)