MerahPutih Nasional - Tanpa terasa Indonesia akan menginjak usianya yang ke 70 tahun pada tanggal 17 Agustus 2015 mendatang. Sebagai sebuah bangsa, Indonesia mengalami perjalanan panjang untuk bisa merdeka, berdiri sejajar dengan negara-negara lain didunia.
Bukan perkara mudah menyatukan beragam suku, agama, etnis yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Papua. Terlebih sejarah bangsa Indonesia pernah dilanda berbagai konflik bahkan perseteruan internal mendalam. Namun berbagai konflik yang kerap berujung dengan pertumpahan darah berhasil diredam. Bangsa Indonesia kini tengah menata diri, berbenah menjadi negara unggul diberbagai bidang.
Baca Juga: Peristiwa Rengasdengklok, Kemelut Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Lantas, darimana kah gagasan dan asal-usul Indonesia?
Robert Edward Elson dalam bukunya yang berjudul "The Idea of Indonesia" menjelaskan bahwa gagasan Indonesia pertama kali digagas oleh pelancong dan pengamat sosial asal Inggris, George Samuel Windsor Earl pada tahun 1850.
Saat itu Earl sedang mencari istilah etnografis untuk menjabarkan cabang ras Polinesia yang menghuni Kepulauan Hindia. Pada saat itulah muncul kata Indu-nesians. Namun demikian usai menciptakan kata tersebut Earl langsung membuangnya karena dianggap terlalu umum. Earl kemudian menggantinya dengan kata Malayunesians.
Namun demikian soerang rekan Earl, James Logan menilai bahwa kata Indu-nesians lebih tepat sebagai istilah geografis bukan etnografis. Dengan membuat perbedaan secara geografis dan etmografis, Logan menjadi orang pertama yang menggunakan nama Indonesia.
Dalam tulisan-tulisan berikutnya Logan membagi Indonesia menjadi empat kawasan yang membentang luas dari Sumatera sampai dengan Formosa (Taiwan).
Seiring dengan berjalannya waktu, Adolf Bastian, seorang ahli etnografi terkenal asal Jerman menggunakan istilah 'Indonesia' dalam buku kelimanya yang berjudul "Indonesian order die Inseln des Malayischen Archipel", terbit pada tahun 1884-1894. Sejak saat itulah nama Indonesia mulai dikenal luas.
Pada awal abad ke 20, gagasan Indonesia terus mengalami perubahan dan perkembangan. Gagasan Indonesia bukan lagi dipandang sebagai satu kesatuan yang dibangun atas solidaritas etnis atau ras, keterikatan agama, atau bahkan kedekatan geografis. Gagasan Indonesia dipandang sebagai rasa kebersamaan pengalaman dan solidaritas. Gagasan Indonesia menjadi simbol perjuangan politik untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. (bhd)